
Perguruan Tinggi KTI Gelar Rakor Kemitraan

Makassar (ANTARA News) - Sejumlah perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia melakukan rapat koordinasi kemitraan pembangunan pendidikan 17-18 Desember 2010 untuk mempersiapkan strategi bersama dalam memperbaiki mutu pendidikan.
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Ismunandar di Makassar, Jumat, menjelaskan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta kerja sama yang baik antarperguruan tinggi di kawasan timur antara lain dalam perluasan layanan pendidikan ke kabupaten dan kota, peningkatan kualifikasi guru dan mendorong beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu.
"Selama dua tahun terakhir UNM sendiri telah menjalankan program beasiswa untuk lulusan SMA di kawasan timur dengan memberikan porsi 25 persen dari kuota penerimaan mahasiswa baru dan kita akan terus dorong," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam rakor ini juga akan dibahas mengenai pendidikan karakter, namun kemungkinan lebih banyak berupa strategi.
Secara garis besar topik pembahasan dalam rakor ini adalah kebijakan dan program strategi Kemendiknas 2010-2014, program kemitraan, peran perguruan tinggi dalam pembangunan pendidikan daerah, model kemitraan dalam pembangunan pendidikan serta model-model intervensi dan praktik dalam pembangunan pendidikan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang membuka rakor ini menyatakan apresiasinya terhadap UNM yang menginisiasi pertemuan untuk memperbaiki mutu pendidikan sebagai modal utama perbaikan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
"Rakor ini adalah langkah strategis untuk menjawab masa depan bangsa," ujarnya. Ia mengharapkan, pada tahun-tahun mendatang lebih banyak bentuk-bentuk perbaikan yang dilakukan utamanya pendidikan.
Menurutnya, selama setahun terakhir terlalu banyak kecurigaan, ketidakpercayaan anak negeri melalui berbagai bentuk informasi yang diterimanya dan lebih banyak berkutat dengan rumor tak menyenangkan dan kurang berbicara soal masa depan untuk memperbaiki kehidupan.
"Gagasan ini gagasan besar memang harus mulai dari Sulsel. Timur ini masa depan Indonesia. Bagaimana memperbaikinya itu tergantung kita di sini, dari pendidikan. Kita harus berbuat lebih baik. Korupsi, tawuran tidak akan hilang jika agenda intelektual tidak disusun dengan baik," jelasnya.
Pendidikan, lanjutnya, adalah sesuatu hal yang sangat penting, hak rakyat dan menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya.
"Saya sangat merespon ini, sekecil apapun harus ada yang dilakukan," katanya sambil mengajak seluruh pihak agar pada tahun-tahun mendatang untuk meninggalkan intrik, isu pertentangan dan berhenti saling menyalahkan.
"Harus selalu ada pikiran baru yang membuat negara semakin baik," tambahnya yang menyatakan pemprov ada di belakang UNM untuk upaya-upaya perbaikan mutu pendidikan.
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh melalui sambutannya yang dibacakan oleh perwakilan Kemendiknas mengatakan, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN belum cukup dan pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat luas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
