
Program DHS Sulbar Danai Pamsimas dan WSLC

Mamuju (ANTARA News) - Program pelayanan kesehatan tersentralisasi yang akan dicanangkan di Provinsi Sulawesi Barat dimanfaatkan untuk mendanai program Pengelola Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat atau Pamsimas serta program sanitasi air bersih untuk warga kurang mampu (water sanitation for low income/WSLC).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Ahmad Azis, di Mamuju, Minggu, mengatakan, Sulbar menerima bantuan pinjaman dana dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan program DHS didaerah itu.
Ia mengatakan, besarnya anggaran loan untuk program DHS di Sulbar sekitar Rp4 miliar melalui dana APBN tahun 2011.
Menurut dia, anggaran untuk program DHS di Sulbar tersebut salah satunya akan digunakan untuk mendanai program Pamsimas dan Wslc karena kedua program tersebut erat kaitannya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Dana DHS yang akan dialokasikan untuk program pamsimas dan wslc yang sebelumnya telah berjalan di masyarakat tersebut akan dikelola secara swadaya masyarakat membantusuksesnya program Pamsimas dan Wislc itu,"katanya.
Ia mengatakan, program pamsimas dan wslc mendapatkan bantuan dari program DHS karena kedua program itu keberadaannya sangat vital untuk meningkatkan tingkat kualitas dan mutu air yang dikomsumsi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
Azis mengatakan, selain untuk program pamsimas dan wslc program DHS Sulbar juga akan diperuntukkan bagi pembangunan sejumlah sarana fisik kesehatan yang dianggap belum memadai di Sulbar
Diantaranya kata dia, adalah sarana kantor poskesdes, kemudian peralatan poskesdes kemudian digunakan untuk melakukan peningkatan kapasitis tenaga medis di desa serta untuk memaksimalkan pelayanan medis lainnya di desa.
Menurut dia, dengan anggaran DHS tersebut diharapkan Sulbar dapat menjadi daerah yang mampu memberikan pelayanan kesehatan maksimal khususnya kepada masyarakat yang ada di desa yang membutuhkan sentuhan pembangunan kesehatan. (T.KR-MFH/M027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
