
UKM Terancam dengan "Mini Market"

Makassar (ANTARA News) - Menjamurnya usaha "mini market" di Makassar selama hampir setahun terakhir ini membuat sejumlah pelaku usaha kecil menengah terancam tutup.
"Menjamurnya usaha mini market itu mengancam usaha kecil menengah karena umumnya masyarakat lebih memilih berbelanja di mini market ketimbang di usaha kecil," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Gani Sirman di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, dengan banyaknya mini market yang bermunculan kemudian membuat sejumlah pelaku UKM mengeluh. Bahkan beberapa pelaku UKM mendatangi kantor Dinas Koperasi dan UKM di menara Balai Kota Makassar meminta solusi karena menurunnya pendapatan mereka.
"Sebenarnya konsep mini market itu bagus. Tapi kita minta ini dibatasi di setiap wilayah. Karena kalau begini terus pasti akan mematikan UKM, apalagi barang-barang yang diperdagangkan jauh lebih murah dan tempatnya juga nyaman," katanya.
Menurutnya, keluhan para pedagang dan pengusaha kecil itu harus mendapat perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, demi keberlangsungan usaha kecil Sebab, bila tidak dibatasi, jumlahnya akan semakin membludak.
Ia mengharapkan, di setiap kecamatan, mini market tidak mendominasi seperti yang terjadi di beberapa wilayah. Bagi dia, harus ada patokan jumlah.
Berdasarkan pantauan, usaha modern ini ada di setiap kelurahan, jumlahnya kadang melebihi lima unit. Seperti di Minasa Upa, hampir di setiap titik, selalu ada bangunan yang diperuntuhkan untuk usaha tersebut. (T.KR-MH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
