
Diknas Diperintahkan Urus Mahasiswa Sulsel di Mesir

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo memerintahkan Dinas Pendidikan Nasional setempat untuk mengurus 400 mahasiswa Sulsel yang kuliah di Mesir.
"Saya sudah perintahkan Asisten I dan Dinas Pendidikan untuk mengurus mahasiswa Sulsel yang ada di sana. Datanya ada di Dinas Pendidikan," kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu.
Syahrul yang masih diselimuti duka mendalam dengan wajah terlihat pucat pasca meninggalnya putra bungsunya, Rinra Sujiwa Putra Syahrul pada 31 Januari, belum bisa memberikan komentar banyak.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, A Patabai Pabokori yang dikonfirmasi, mengatakan sampai kini belum mendapat laporan jumlah pelajar dan mahasiswa Sulsel yang berada di Mesir.
"Kita tidak punya datanya, sebab mahasiswa yang ke Mesir tidak ada yang melapor," katanya.
Ia mengemukakan, Diknas Sulsel hanya memiliki data mahasiswa S3 luar negeri lewat program beasiswa dari APBD Sulsel, itu pun bukan di Mesir.
Meski begitu, Patabai menyatakan akan langsung mengkoordinasikan hal tersebut kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin yang alumninya banyak mengambil program pasca sarjana khususnya di Universitas Al Azhar.
Saat ini diperkirakan lebih dari 400 mahasiswa Sulsel berada di Mesir dan tidak bisa dihubungi oleh keluarganya akibat jaringan komunikasi lewat telpon terputus.
"Karena komunikasi terputus, banyak orang tua yang mulai cemas. Orangtua mahasiswa asal Sulsel dari berbagai daerah seperti Pangkep dan Soppeng telah menghubungi saya untuk menanyakan kondisi anaknya di sana," kata Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Timur Tengah Wilayah Indonesia Timur, Mustamin Arsyad.
Pria yang 20 tahun berada di Mesir sampai mendapatkan S3 di Al Azhar, mengimbau kepada semua keluarga mahasiswa untuk tenang, sebab warga Mesir sangat menghargai mahasiswa luar negeri, apalagi dari Indonesia.
Lagi pula, lanjutnya, umumnya mahasiswa Indonesia berdomisili di Nasr City yang dekat dengan bandara, dan sangat jauh letaknya dari lokasi yang menjadi titik utama kerusuhan.
(T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
