Logo Header Antaranews Makassar

Isu Penculikan Anak Merebak di Makassar

Jumat, 4 Februari 2011 14:37 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Isu penculikan anak untuk diambil organ tubuh merebak sejak sepekan terakhir di Kota Makassar dan sekitarnya dan hal tersebut telah meresahkan orang tua daerah itu.

"Kalau biasanya anak-anak masih kami biarkan main sekitar rumah, kini harus di rumah karena takut anak kami jadi sasaran penculikan," kata Nuraeni seorang ibu rumah di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, isu penculikan anak itu diperkuat dengan adanya cd yang diperoleh warga Kota Parepare berisi video memperlihatkan seorang anak asal Tanatoraja disekap oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, warga Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulsel Syamsiah mengatakan, pihak keamanan tidak boleh tinggal diam dengan beredarnya cerita dari mulut ke mulut dan pesan singkat melalui telepon seluler tentang penculikan anak itu.

"Ini sudah cukup meresahkan masyarakat, karena itu pihak kepolisian harus segera turun tangan menyelidiki kebenaran isu tersebut," ujarnya.

Apalagi isu itu, lanjut dia, penculikan anak tersebut karena ingin diperdagangkan organ tubuhnya, termasuk dijadikan tumbal untuk pembangunan proyek jembatan.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati masalah anak dari Yayasan Pabbata UMI di Makassar Elly mengatakan, pengawasan anak di lingkungan rumah menjadi tanggung jawab orang tua dan pihak guru di sekolah.

"Namun di dua lokasi itu, pengawasan cukup terbatas. Karena itu, peran serta polisi sebagai pengaman dan pelindung masyarakat perlu dioptimalkan," katanya.

Langkah itu, lanjut dia, misalnya cepat menindaklanjuti laporan masyarakat atau kasus yang terkait dengan penculikan anak di lapangan.

Sementara jika isu yang sudah merebak itu, hanya untuk menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, pihak kepolisian harus menyelidiki dan menemukan siapa pelaku teror yang sangat meresahkan masyarakat. (T.S036/S019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026