
Lokasi Bentrok di Sigi Konduksif

Palu (ANTARA News) - Situasi di lokasi bentrok di perbatasan Desa Karawana dan Desa Soulowe di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini telah pulih dan kondusif setelah masyarakat kedua desa bertetangga ini sepakat berdamai.
Pada Sabtu (5/2) kelompok masyarakat yang bertikai sepakat berdamai melalui pertemuan yang dipimpin Bupati Sigi, Aswadin Randalembah.
Pengamatan ANTARA di Sigi, Ahad, menyebutkan warga di kedua desa itu terlihat melakukan aktivitasnya secara normal, seolah-olah tidak ada pertikaian lagi.
Para petani tampak mulai bekerja mengarap sawah dan ladangnya masing-masing.
Sebagian warga juga terlihat merawat tambak-tambak ikan air tawar atau berdagang.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Soulowe dan Desa Karawana mengaku masih mengkhawatirkan terjadi bentrok susulan, setelah aksi saling serang pada Kamis lalu (3/2).
Tapi saat ini kondisinya telah jauh berubah sebab selain sudah terbangun kesepakatan damai, polisi juga masih terlihat menjaga perbatasan kedua desa tersebut.
"Saya tidak khawatir karena desa ini sebelumnya juga aman-aman saja, apalagi masih ada polisi," kata Madi, warga Desa Karawana.
Bentrok antarwarga kedua desa bertetangga itu yang terjadi pada Kamis sore (3/2) telah mengakibatkan tujuh orang cedera karena terkena tembakan senapan angin dan lemparan batu.
Seorang korban bernama Muhammad Rifki bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena terkena tembakan senapan angin di bagian wajah.
Polisi juga telah menyita berbagai senjata yang digunakan dalam bentrok, seperti senapan angin, golok, panah, ketapel, tombak, celurit, dan dum-dum.
Dum-dum adalah meriam rakitan terbuat dari pipa besi berisikan mesiu dari bubuk korek api dengan peluru yang terbuat dari pecahan paku dan kaca. Senjata ini dapat melontarkan peluru dengan jarak sekitar 100 meter. (T.R026/R015)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
