Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Peringkat 14 Sektor Pelayanan Publik

Selasa, 15 Februari 2011 05:53 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, mengatakan, Sulbar berada pada peringkat 14 sektor pelayanan publik dari 33 provinsi yang ada.

"Kerja keras kita menjalankan roda pemerintahan di Sulbar selama empat tahun terakhir telah mampu memperbaiki peringkat pelayanan publik yang dulunya berada di papan bawah dan kini naik ke urutan 14," katanya di Mamauju, Selasa.

Ini dicapai berkat dukungan semua aparatur pemerintah di lingkup pemprov Sulbar, sehingga daerah ini pun menjadi salah satu provinsi yang bisa memberikan pelayan publik lebih baik, ujarnya.

Menurutnya, di era terbuka saat ini maka pelayanan publik harus tetap dikedepankan untuk kepentingan masyarakat.

"Pelayanan kepada masyarakat harus bisa dilakukan lebih baik sepanjang pelayanan ini tidak melanggar aturan,"jelasnya.

Gubernur menyatakan, pemberian pelayanan terhadap publik masih perlu ditingatkan khususnya bagi SKPD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Aparat pemerintah harus menjalankan tugas secara profesional sepanjang tidak berbenturan dengan peraturan perundang-undagan.

Dikatakannya, Sulbar telah mampu menciptakan berbagai perubahan dalam upaya mengejar ketertinggalan dari provinsi lain.

"Sulbar memang provinsi terbungsu. Walau begitu, telah mampu mengejar dari beberapa provinsi lain termasuk menekan angka kemiskinan,"jelasnya.

Ia mengemukakan, pengentasan angka kemiskina di Sulbar berjalan maksimal dari sekitar 15,74 persen pada 2009 menurun sekitar 2,03 persen pada 2010 menjadi sekitar 13,24 persen.

Anwar mengatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut karena terjadinya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, menjadi daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Sulbar tertinggi di Indonesia dianggap diluar dari kewajaran mencapai sekitar 15,1 persen, mengalahkan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pertumbuhan ekonominya sekitar 13 persen,"katanya.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulbar banyak didukung pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian karena daerah ini memiliki potensi pertanian seperti sawit dan kakao yang jumlah petaninya sekitar 66 persen penduduk Sulbar.

Masyarakat yang dominan petani di Sulbar mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sehingga angka kemiskinan menjadi berkurang,"katanya. (T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026