Logo Header Antaranews Makassar

Disbudpar Libatkan Unhas Kembangkan Pariwisata Sulsel

Jumat, 18 Februari 2011 21:16 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel melibatkan Universitas Hasanuddin sebagai "asistance" dalam pengembangan sektor pariwisata Sulsel, khususnya menyambut "Visit Sulawesi Selatan 2012".

"Sehubungan dengan agenda tersebut, peran universitas sangat diperlukan. Pihak Pariwisata bekerja sama dengan ASITA dan PHRI akan memberikan insentif dengan tarif khusus untuk hotel," kata Kadis Pariwisata Sulsel Drs Syuaib Mallombassi, ketika audiensi dengan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A. Paturusi di Makassar, Jumat.

Syuaib Mallombassi yang didampingi Ketua Asosiasi Perusahaan Perjananan Wisata Indonesia (ASITA) HM Irham Ilyas, Wakil Ketua PHRI M Farid, dan Kabid Promosi/Pemasaran Wisata Disbudpar Sulsel dan staf berkunjung ke Unhas guna secara resmi menyampaikan informasi sehubungan pelaksanaan Visit Sulawesi Selatan dan kemungkinan melaksanakan kerja sama dalam bidang kepariwisataan pada masa mendatang.

Syuaib mengharapkan Unhas dapat memosisikan sebagai pendukung utama pengembangan pariwisata di daerah ini ke depan.

"Di Thailand, Universitas Thamasak bertindak sebagai 'asisten' bagi Pengembangan Pariwisata negara itu," kata Syuaib Mallombassi, dalam pertemuan yang berlangsung satu jam lebih dengan Rektor Unhas di ruang kerjanya.

Rektor Unhas Idrus Paturusi menyambut baik keinginan Disbudpar Sulsel tersebut, bahkan menawarkan kerja sama untuk ikut mengembangkan sejumlah objek yang dimiliki Unhas. Objek-objek tersebut, Hutan Pendidikan Unhas di Bengo-Bengo, Maros, kilometer 63 poros Makassar-Bone yang kini sudah memiliki delapan kamar penginapan dengan satu aula kapasitas 500 orang. Selain itu terdapat 14 wahana untuk out bound.

"Kita sudah habiskan dana Rp3 miliar untuk melengkapi fasilitas di Hutan Pendidikan tersebut," kata Rektor, kemudian menambahkan, Ketua Umum PMI yang juga ketua Umum IKA Unhas HM Jusuf Kalla memberikan bantuan Rp100 juta dan Gubernur Sulsel selaku Ketua Dewan Penyantun membantu Rp200 juta guna melengkapi fasilitas yang ada, khususnya jalan beton ke areal kampus.

Menurut Rektor, Hutan Pendidikan Unhas ini dapat dikembangkan sebagai salah satu objek eco tourism, sebab ke depan, di kampus ini disediakan peternakan sapi perah dan pengembangan lebah madu mawar, guna menyediakan pakan lebah Unhas juga menanam bunga mawar di kampus tersebut.

Di bagian yang ketinggian, di Hutan Pendidikan Unhas ini juga terdapat "danau bidadari", yang airnya kelak dimanfaatkan untuk kebutuhan kampus. HM Jusuf Kalla menyarankan Unhas agar membangun fasilitas penginapan dari kayu agar "beradaptasi" dengan suasana kampus yang berdiri di tengah hutan pinus itu.

Objek kedua yang ditawarkan Rektor Unhas adalah pemanfaatan Kapal "Cinta Laut" Unhas guna kepentingan aqua tourism. Rute yang ditawarkan adalah dari dekat Benteng Somba Opu/Pantai Losari menyusuri hingga Lakkang. Namun untuk objek ini diperlukan survei lebih dahulu, guna memastikan KM "Cinta Laut" Unhas akan aman memasuki perairan Sungai Tello.

Objek lain yang diungkapkan Rektor adalah wisata pegunungan dengan jalur Kabupaten Gowa hingga Bantaeng. Rutenya, melalui Palangga, Sappaya, Malakaji, hingga Loka Bantaeng. Unhas menjalin kerja sama dengan Pemkab Bantaeng dalam pengembangan strawbery, kembang, dan kentang. Daerah ini berada pada ketinggian 1.000-1.500 meter di atas permukaan laut dan lebih dingin dibandingkan Malino.

Menyimak penjelasan Rektor Unhas, Kadisbudpar Sulsel Syuaib Mallombassi mengatakan, Hutan Pendidikan Unhas dapat menjadi salah satu titik stop over (persinggahan) peserta pada event "Jelajah Jalur Sutra Nusantara bersama Ibu Negara" yang dilaksanakan April 2011. Dalam kegiatan ini semua produk sutera akan menjadi branding Sulsel.

"Dalam waktu dekat kita rapatkan dengan Pemkab Wajo," kata Syuaib sebelum menyerahkan sejumlah brosur dan buku kepada Rektor Unhas.(T.KR-AAT/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026