
Masih 130 Kabupaten/Kota "Kalah Clearing"

Makassar (ANTARA News) - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Trihono, MSc mengatakan, di Indonesia masih terdapat sekitar 130 kabupaten/kota yang aspek kesehatannya masih perlu ditingkatkan.
Kalau di dalam dunia perbankan diibaratkan sebagai bank "kalah clearing", kata Trihono, usai menandatangani nota kesepakatan dengan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A. Paturusi di Makassar, Selasa.
"Dengan kerja sama berbagai pihak, termasuk dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), kita harapkan dapat dicarikan solusi mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan dana pendamping yang disiapkan," ucap Trihono.
Kerja sama yang akan berlangsung selama lima tahun dan sesudahnya dapat diperpanjang atau dihentikan, menyangkut kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan, pendidikan dan latihan, serta pengabdian pada masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penelitian dan pengembangan bidang kesehatan, diklat, saling tukar informasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, pemanfaatan hasil penelitian bersama serta pengabdian pada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Trihono mengatakan, kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi badan yang dipimpinnya memiliki data nasional tentang kesehatan.
Dalam kerja sama yang lalu Unhas selalu dilibatkan. Pada tahun ini, pihaknya memiliki penelitian tentang rumah sakit dan Puskesmas untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan instansi itu tidak salah sasaran.
"Kita harapkan juga Unhas dapat menjadi salah satu pihak luar yang akan memberikan validasi terhadap hasil penelitian ini," ujar Trihono dalam acara yang dihadiri para Wakil Rektor Unhas, dekan-dekan fakultas dan staf dari Balitbankes Kemenkes RI.
Menteri Kesehatan RI meminta Balitbankes melakukan terobosan dengan membuat tim kerja sesuai keahlian masing-masing. Juga dilakukan penelitian kesehatan dasar untuk memperoleh data indeks kesehatan secara regional.
"Di Bagian timur banyak dilakukan pendampingingan, seperti Gorontalo, Sulbar, Sultra, Maluku, dan Papua," ujarnya.
Rektor Unhas Idrus A Paturusi mengemukakan, di bidang kesehatan berkaitan dengan karya ilmiah staf, Unhas menempati peringkat ke-4 di Indonesia dengan karya ilmiah 280-an. Peringkat itu berada di bawah UI, UGM, dan Unair. Diharapkan dengan nota kesepahaman dengan Balitbankes ini akan banyak lagi karya tulis para dosen yang dapat dipublikasikan bersama.
Rektor juga menjelaskan, perguruan tinggi yang dipimpinnya melakukan kerja sama dalam bidang kesehatan dan farmasi dengan beberapa pihak, antara lain dengan Okayama University yang berkaitan dengan pembuatan kapsul dengan produk sumberdaya laut. Malaysia berkaitan dengan pembuatan obat herbal yang sudah dalam bentuk kapsul.
"Saat ini ada seorang guru besar Unhas diperbantukan pada Universiti Sains Malaysia, khusus dalam pemanfaatan efek terapi lebah madu dan sengat lebah," kata Rektor, kemudian menambahkan, kerja sama ini unik, sebab dana langsung dikucurkan dari Perdana Menteri Malaysia.(T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
