Logo Header Antaranews Makassar

Unhas raih WTP yang ke-17 secara beruntun

Sabtu, 2 Mei 2026 07:30 WIB
Image Print
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas Prof Subehan (tengah) menerima dokumen WTP ke-17 secara beruntun di Makassar.ANTARA/HO-Unhas (.)

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan selama 17 tahun secara beruntun sejak 2009.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas Prof Subehan dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan capaian ini mencerminkan kepatuhan administratif, sekaligus menunjukkan stabilitas sistem tata kelola keuangan berkelanjutan.

Prof Subehan menekankan bahwa proses audit memberikan ruang refleksi institusional untuk memperkuat kualitas pelaporan keuangan.

“Setiap audit menghadirkan catatan penting yang menjadi dasar perbaikan. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya memastikan tata kelola keuangan terus berkembang dan semakin akuntabel,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan capaian WTP perlu diiringi dengan perhatian yang lebih terfokus, khususnya dalam menjaga konsistensi kualitas data, kelengkapan dokumen, serta integrasi sistem pelaporan di seluruh unit kerja.

Sementara itu, Dr Padri Achyarsyah dari tim audit menyampaikan opini WTP menunjukkan bahwa laporan keuangan konsolidasian Unhas, termasuk entitas anak, telah disajikan secara wajar dalam semua aspek material sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Namun dirinya menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap kualitas pelaporan.

“Penguatan pada aspek kelengkapan dokumen dan manajemen pelaporan menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan responsibility. Ini memerlukan kerja sama yang intens dari seluruh unit,” jelas Padri.

Dari sudut pandang manajemen publik, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 17 tahun berturut-turut menjadi indikator kuat bahwa Unhas telah membangun ekosistem tata kelola berbasis integritas, disiplin sistem, dan budaya organisasi yang adaptif terhadap evaluasi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026