
Perairan NTT Cukup Aman untuk Pelayaran

Kupang (ANTARA News) - Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Syaeful Hadi, mengatakan, wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk sementara cukup aman untuk pelayaran.
"Tinggi gelombang laut di perairan NTT saat ini mulai menurun dan cukup aman untuk pelayaran," kata Syaeful Hadi di Kupang, Jumat terkait perkembangan gelombang laut di perairan NTT.
Dia mengatakan, saat ini tinggi gelombang mulai menurun pada kisan 2-3,3 meter. Pada kondisi ini, kapal-kapal seperti KMP Feri sudah bisa beroperasi ke berbagai lintasan di NTT.
"Memang ada menurun, namun diprakirakan tinggi gelombang akan kembali naik pekan depan. Ini terjadi seiiring dengan pergerakan tekanan rendah yang bergerak ke arah barat dan barat daya," kata Syaeful.
Tinggi gelombang cederung tinggi pada pekan depan, katanya terutama terjadi di perairan NTT bagian selatan dan timur.
Manajer PT Indonesia Ferry Cabang Kupang, Arnol Yansen secara terpisah mengatakan, pelayaran kapal feri yang dikelola PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang mulai berangsur normal, setelah sempat dihentikan akibat cuaca buruk.
"Beberapa lintasan pelayaran seperti Kupang-Rote Ndao dan Kupang- Waibalun, Larantuka, Flores Timur sudah mulai beroperasi," katanya.
Menurut Arnol, penghentian pelayaran kapal feri untuk semua lintasan di NTT dilakukan sejak Selasa, 22 Februari 2011. Hal itu karena tinggi gelombang laut berbahaya bagi pelayaran kapal feri.
"Sejak Rabu (2/3), kami sudah operasikan dua armada untuk layani Kupang-Rote Ndao. Dua armada itu yakni KMP Ile Ape dan KMP Uma Kalada. Dan hari ini (Kamis 3/3/2011), kita layani juga lintasan Kupang-Waibalun," kata Yansen.
Dia mengatakan, pelayaran pada hari Rabu (2/3) untuk lintasan Kupang-Rote dilayani dua armada karena selama sepekan terakhir banyak sekali truk yang antre di Bolok. Truk-truk tersebut mengangkut sembako ke Rote Ndao.
"Kondisi cuaca sudah mulai normal saat ini dan diharapkan bisa membaik sehingga transportasi bisa lancar. Kita semua harapkan bisa berjalan normal agar tidak terjadi staknasi baik di Bolok maupun di sejumlah pelabuhan feri," katanya.(T.B017/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
