
Peringatan Hari Perempuan di Makassar Diwarnai Demo

Makassar (ANTARA News) - Peringatan Hari Perempuan Internasional di Kota Makassar diwarnai dengan sejumlah unjuk rasa, Selasa.
Massa yang sebagian besar berasal dari aktivis gerakan perempuan tersebut, melakukan unjuk rasanya di beberapa lokasi. Antara lain di jalan layang Urip Sumiharjo, Anjungan Pantai Losari dan beberapa kampus perguruan tinggi di Makassar.
Di jalan layang UripSumiharjo, pengunjuk rasa bahkan menutup setengah jalur penghubung antara Jalan Tol Reformasi dan Jalan AP Pettarani, dengan melintangkan sebuah mobil bak terbuka.
Dalam orasinya, mengutip data tahun 2007 Asian Development Bank, pengunjuk rasa menyatakan bahwa perempuan masih menempati kelompok sosial paling miskin di Indonesia, yaitu sekitar 70 persen.
Sementara kaum perempuan yang tidak tertampung dalam industri, dimobilisasi secara besar-besaran menjadi buruh tani dan buruh kebun. Dalam kasus perdagangan orang dan bisnis prostitusi, perempuan yang terlibat mencapai 650.000 - 1 juta orang.
Menurut koordinator lapangan Barisan Perempuan Indonesia (BPI) Bunga Rosi, situasi itu merupakan dampak penerapan sistem neoliberalisme. Karena itu mereka wajib mengingatkan perempuan bahwa dampak tersebut menjadi tantangan terbesar saat ini.
"Sama sekali tak menguntungkan untuk perempuan. Kami akan terus melakukan kampanye dan edukasi," ujarnya.
Sementara itu, juga dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel menggelar pertemuan yang dihadiri ratusan aktivis perempuan se Sulsel di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar.
Pertemuan dimanfaatkan menggelar gerakan penggalangan dana untuk pemberdayaan perempuan. Sejumlah politisi perempuan yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Makassar ikut berpartisipasi pada acara ini.
"Acara ini penting menyatukan gerak melakukan pemberdayaan perempuan," kata legislator Partai Hanura, Shinta Mashita Molina. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
