Logo Header Antaranews Makassar

Wisatawan Singapura Terharu Melihat Sulsel

Selasa, 15 Maret 2011 12:08 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Wisatawan asal Singapura, Sunari, mengaku terharu setelah mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros.

"Ini kali pertama bagi saya datang ke sini. Saya rasa kagum saya bisa melihat sejarah lama," kata pensiunan guru yang mengaku sejak lama sangat ingin mengunjungi Sulsel.

Dia mengatakan, Singapura ada kawasan perumahan namanya Sengkang. Namanya sama dengan nama Ibu Kota Kabupaten Wajo. Jadi mengaku ada rasa terharu saat berada di lokasi tersebut.

Ia mengaku, jika ada kesempatan, ia ingin sekali berkunjung ke tempat-tempat wisata lainnya di Sulsel.

"Saya juga sempat ke Pelabuhan Tradisional Paotere, sangat unik," ujarnya di Makassar, Selasa.

Sunari merupakan salah satu dari 150 wisatawan Melayu-Singapura yang berkunjung ke Sulsel sejak Sabtu (12/3) hingga Selasa (15/3).

CEO Orange Tour and Travel Syah Ibrahim sebagai kepala rombongan wisatawan menjelaskan, selama kurang lebih empat hari berdada di sini telah mengunjungi Istana Balla Lompoa Gowa, air terjun dan penangkaran kupu-kupu Bantimurung Maros, Makam Pangeran Diponegoro, Pantai Akkarena dan Trans Studio.

"Di Pelabuhan Paotere kami membeli ikan asin untuk di bawa ke Singapura sebagai oleh-oleh. Tidak ketinggalan kain sutera Sulsel dan "Songkok" khas Bone," ujarnya yang menambahkan perjalanan wisata di Sulsel adalah pengalaman yang baru dan berbeda.

Sebelumnya, pada Januari, ia sendiri telah berkunjung ke sejumlah objek wisata di Sulsel untuk menyiapkan paket wisata awal dan menjanjikan akan segera membawa sekitar 200 wisatawan.

Selama melakukan promosi, beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh warga Singapura adalah tentang apa saja yang bisa dikunjungi di Sulsel. Serta pertanyaan mengapa penerbangan dari Singapura harus melalui Jakarta.

"Ini hasil promosi kurang lebih sebulan dengan melibatkan media radio di Singapura. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi yang datang. Mereka yang telah datang kali ini akan membawa cerita dan kenangan manis sekaligus sebagai duta bergerak di Singapura," jelasnya.

Kunjungan ini, lanjutnya, pertemuan pertama mengenali Sulawesi Selatan termasuk bagaimana karakternya dan kehidupan masyarakatnya.

"Sangat senang mengetahui di antara anggota rombongan ada juga yang mencari keluarganya. Ada yang mencari tahu peluang bisnis," tambahnya.

Orange adalah sebuah perusahaan multi bisnis yang juga menyelenggarakan pameran di Singapore Expo, Singapura dimana Sulsel ikut serta mempromosikan kain sutera-nya pada akhir Desember 2010. (T.KR-RY/S019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026