
Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil Buruk

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyatakan pelayanan kesehatan yang dilakukan terhadap masyarakat khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil masih buruk.
"Saya akui jika pelayanan kesehatan masyarakat di Sulbar masih sangat buruk khususnya di wilayah terpencil," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, buruknya pelayanan di Sulbar karena Provinsi Sulbar sempat mendapatkan teguran langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ketika didapatkan seorang bocah di Kabupaten Mamasa ditumbuhi belatung di sekujur tubuhnya.
"ini sangat memprihatinkan dan menjadi catatan pemerintah di Sulbar untuk dibenahi," katanya.
Kegagalan pemerintah di Sulbar lainnya dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan karena masih menyandang sebagai daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang masih rendah sekitar 67, di bawah standar di bawah standar nasional, dengan nilai sekitar 70.
Rendahnya IPKM Sulbar yang diukur dari 24 indikator di antaranya tingkat prevalensi balita gizi buruk dan kurang, balita sangat pendek dan pendek, balita sangat kurus dan kurus, balita gemuk, diare, pnemonia, hipertensi, gangguan mental, asma, penyakit gigi dan mulut, disabilitas, cedera, penyakit sendi, ISPA.
Kemudian, proporsi perilaku cuci tangan, merokok tiap hari, akses air bersih, sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, pemeriksaan neonatal-1, imunisasi lengkap, penimbangan balita, serta ratio dokter di Puskesmas, dan ratio bidan di desa yang seluruhnya belum memadai dan maksimal dilaksanakan, cukup memprihatinkan.
"Ini tanggung jawab kita semua sehingga kinerja pelayanan kesehatan masyarakat mesti dimaksimalkan,"kata Gubernur.(T.KR-MFH/33/A033)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
