
Gerakan Tanam Bambu Solusi Atasi Kerusakan DAS

Mamuju (ANTARA News) - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Tashan Burhanuddin, mengemukakan, program gerakan tanam bambu, salah satu solusi positif untuk mengatasi tingkat kerusakan pada sejumlah daerah aliran sungai yang ada di wilayah itu.
"Tingkat kerusakan pada sejumlah DAS di Sulbar mulai memprihatinkan dan telah mengancam lahan persawahan, perkebunan akibat terjadinya erosi akibat pengikisan air sungai," kata Tashan Burhanuddin di Mamuju, Senin.
Menurut dia, tanaman bambu sangat baik untuk dikembangkan karena mampu berkembang biak begitu cepat sehingga perlu digalakkan program gerakan tanam bambu sepanjang bantaran sungai.
Ia mengatakan, tanaman bambu akan bisa mengurangi tingkat kerusakan pada DAS yang ada di lima kabupaten sehingga rencana ini perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam perencanaan pembangunan di daerah.
Karena itu, kata dia, Dinas Kehutanan pada semua kabupaten bisa menggulirkan program gerakan tanam bambu untuk mengatasi masalah tersebut.
Apalagi kata Tashan, tanaman bambu memiliki fungsi ganda bagi kehidupan masyarakat, khususnya bagi petani maupun nelayan serta pelaku industri.
"Bahan baku bambu salah satu kebutuhan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, tingkat populasi tanaman bambu pun harus dikembangkan secara optimal," terangnya.
Ia mengatakan, apabila dikembangkan pada sejumlah bantaran sungai, maka akan memberikan dampak ganda kepada masyarakat baik mengatasi kerusakan DAS maupun memenuhi kebutuhan bahan baku untuk para petani maupun para nelayan.
Tashan yang juga politisi partai Golongan Karya ini menjelaskan, tingkat kerusakan DAS di Sulbar itu terjadi akibat tingginya pembukaan areal perkebunan dan pencemaran lingkungan.
"Kita harus menjaga kondisi DAS karena bila terjadi kerusakan maka akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa," terangnya.
Karena itu, pihaknya mengharapkan pemprov Sulbar bisa lebih serius untuk memperbaiki kualitas lingkungan sepanjang DAS itu. "Jika hal ini terus dibiarkan, Sulbar akan selalu menerima dampak yang dilakukan oleh daerah hilir," terangnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
