Logo Header Antaranews Makassar

Kader Hipermaju tidak Boleh Terpecah

Senin, 11 April 2011 02:48 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Para kader Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju, tidak boleh lagi terpecah dan menyatukan sikap untuk bersama membangun daerah yang lebih baik.

Hal ini disampaikan mantan alumni Sekretaris Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju (Hipermaju), H.Jamil Barambangi, dalam acara temu kader silaturrahmi Hipermaju yang dilaksanakan di restorant King D Boer Mamuju, Minggu.

Menurutnya, organisasi pemuda pelajar mahasiswa ini telah terbentuk sejak tahun 1953 di kota Makassar, Sulawesi Selatan, sehingga kontribusi para kader itu sangat diharapkan dalam rangka mewujudkan cita-cita yakni pembangunan Mamuju lebih maju dari apa yang telah ada saat ini.

Ia mengatakan, organisasi pengkaderan ini yang telah terjadi dualisme kepengurusan merupakan dinamika dalam berorganisasi.

"Perpecahan Hipermaju yang terjadi 2007 merupakan dinamika dalam organisasi. Namun demikian, dengan dilaksanakannya musyawarah reuni kader alumni Hipermaju maka dualisme tersebut tak akan lagi terjadi,"katanya.

Jamil yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, mengemukakan, semua kader harus berpikir lebih maju untuk membawa daerah ini semakin membaik dari kondisi yang lalu-lalu.

"Sebagai kader Hipermaju harus bisa percaya diri. Jika kita maknai dua kata antara Hiper dan Maju dalam kehidupan kita sehari-hari maka jelas kader Hipermaju tidak akan pernah terbelakang dan menjadi pemegan peran dalam pembangunan di daerah,"katanya.

Dikatakannya, kader Hipermaju harus berpikir secara global dan mampu menunjukkan identitas sebagai orang mamuju. Artinya, dimana pun kader berada maka kader itu harus mengakui dirinya sebagai orang Mamuju.

"Kecenderungan selama ini kebanyakan kader Hipermaju merasa kurang percaya diri sebagai orang Mamuju. Kondisi seperti itu harus ditinggalkan dan saatnya memperkenalkan ke masyarakat luas bahwa saya ini adalah kader Mamuju,"tuturnya.

Ia mengatakan, kader Hipermaju harus mampu menonjolkan kearifan lokal dalam berorganisasi dan tetap menyatukan sikap dalam melaksanakan pembangunan di daerah.

Jamil juga mengingatkan, kader Hipermaju yang baik adalah kader yang mampu hidup dengan melakukan kerja keras dan tak boleh cengen.

"Kader Hipermaju tidak boleh seperti ayam potong yang hidupnya cengen sejak ia lahir, tetapi kader Hipermaju harus seperti ayam potong yang siap banting dan siap bekerja keras,"ungkap Jamil. (T.KR-ACO/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026