Logo Header Antaranews Makassar

Lelang Randis, Mantan Anggota Dewan Mengamuk

Selasa, 12 April 2011 04:20 WIB
Image Print

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Mantan Anggota DPRD Bulukumba nyaris mengamuk pada lelang terbuka Kendaraan Dinas (randis) karena menilai lelang tersebut tidak "fair" dan terindikasi adanya unsur permainan panitia lelang.

Lelang terbuka randis yang sebelumnya ricuh pada 25 Maret lalu yang mengakibatkan salah satu peserta diamuk massa akibat ucapannya ingin membeli kantor daerah menyinggung peserta lain, kini kembali digelar di Ruang Pola Kantor Daerah Kabupaten Bulukumba, Senin.

Namun pada lelang kali ini juga nyaris terjadi kericuhan tetapi tidak sampai berujung pada perkelahian.

Kejadian bermula ketika salah seorang peserta lelang, Alimuddin Pana, menduga adanya praktik kecurangan dilakukan pihak salah satu lawan pada lelang tersebut yang menginginkan mobil yang dilelang yakni Kijang LX dengan Nomor Polisi DD 225 H itu akan menjadi miliknya setelah ada kesepakatan.

Namun belakangan salah satu peserta yang bersepakat tadi, Cawa Miri menjabat Kepala Dinas Cacatan Sipil (Capil) Bulukumba melalui perwakilannya menebus mobil tersebut dengan harga lebih tinggi dari Alimuddin Pana.

"Kau (Cawa Miri) tidak fair pada kesepakatan yang telah dibuat ini, kamu telah melanggar perjanjian," ucapnya mantan Ketua Komisi B DPRD Bulukumba itu dengan lantang di depan peserta lainnya.

Pana marah dan nyaris mengamuk di tempat itu karena randis yang sebelumnya dikuasai telah dirawat semenjak dia bekerja menjadi anggota dewan, hingga tidak lagi menjabat dewan. Bahkan untuk perbaikan dan perawatan hingga kerusakan pun sudah dibiayai menggunakan biaya pribadi.

Pascakejadian itu, Alimuddin kemudian meninggalkan tempat duduk dan berteriak lantang hingga aparat keamanan dibantu Satpol PP yang sudah berjaga-jaga mengamankan keluar ruangan agar tidak mengganggu jalannya lelang.

Sebelumnya, pihak penitia lelang menawarkan dengan harga awal Rp15,4 juta kemudian ditawar hingga 30 juta oleh Pana, namun harga tersebut kembali dinaikkan oleh perwakilan Cawa Miri dengan harga lebih tinggi yakni, Rp35,8 juta dan panitia lelang mengesahkan itu.

Cawa Miri yang dimintai tanggapan terkait masalah kesepakatan itu enggan berkomentar banyak dengan mengatakan "maaf saya tidak bisa berkomentar banyak, saya kan tidak hadir ditempat itu. Saya baru tahu kalau masalahnya begini," katanya.

Lelang tersebut menghasilkan dana sekitar Rp600 juta dari 38 unit randis, baik yang baru lima tahun hingga pemakaian di atas lima tahun.

Pada lelang terbuka itu, baik anggota dewan, pejabat Pemkab Bulukumba, Pengusaha, Polisi, hingga wartawan ikut serta dalam lelang tersebut. "Ini kan lelang terbuka siapa saja boleh ikut," ujar salah satu peserta yang diketahui anggota Polisi Polres Bulukumba. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026