
Tim RSUD Selayar Studi Banding di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Tim akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan studi banding di RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Studi banding yang berlangsung dua hari dipimpin Direktur RSUD Kabupaten Kepulauan Selayar dr Marwan dan Ketua Tim Akreditasi dr Darwin. Rombongan berjumlah 45 orang tersebut juga didampingi wakil rakyat dari Komisi B DPRD dan pejabat Bappeda daerah itu.
Kedatangan tim dari daerah tetangga paling selatan Sulsel tersebut diterima Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, dr H Syafruddin Nurdin,M.Kes dan jajarannya di aula RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu, Selasa.
Marwan mengatakan, pemilihan study banding ke Bantaeng bertujuan menimba ilmu dan pengalaman yang dilakukan RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
"Kami memilih RSUD Bantaeng sebagai tempat study banding karena rumah sakit Prof Anwar Makkatutu sudah terakreditasi lima pelayanan," ujar Marwan seraya mengatakan, pemilihan ini juga karena Bantaeng dan Selayar memiliki hubungan emosional, sekaligus efisiensi biaya.
Kami juga datang bersama para wakil rakyat di Komisi B DPRD Selayar serta pejabat Bappeda, ucapnya. Kunjungan lengkap ini diharapkan agar semua pihak mengerti akan pentingnya akreditasi.
Ditanya kesannya selama berada di Bantaeng, pimpinan rombongan dari daerah berjuluk Tanah Doang itu mengatakan, Bantaeng mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.
Baik anggota DPRD Selayar maupun Ketua Tim Akreditasi dan Direktur RSUD Selayar mengatakan, Bantaeng kini sangat luar biasa, terlebih bila pembangunan RS berlantai delapan bisa diwujudkan.
Kehadiran RS bertaraf internasional di bagian selatan Sulsel sudah sangat diharapkan untuk mengantisipasi perkembangan di bagian selatan Sulsel.
Sebelumnya, Direktur RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu dr Syafruddin Nurdin, MKes menjelaskan sejumlah program serta sistem pelayanan yang sudah terakreditasi.
Syafruddin juga mengungkap rencana pembangunan RS bertaraf internasional berlantai delapan yang pembangunannya segera dilakukan. Meski bertaraf internasional, namun RS ini akan tetap memberi ruang lebih banyak kepada masyarakat kecil.
"Kami menyiapkan 35 persen ruang untuk masyarakat kecil. Angka tersebut di atas ketentuan yang hanya 25 persen," urainya seraya mengemukakan sejumlah peralatan canggih yang kini sudah terinstalasi di rumah sakit tersebut.
Peralatan canggih tersebut diantaranya untuk penanganan penyakit jantung, mata dan THT. Untuk penanganan spesialis tersebut, sejumlah dokter spesialis telah hadir di RS Anwar Makkatutu, urainya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
