
Mahasiswa Unika Tuntut Biaya PPL Diturunkan

Mamuju (ANTARA News) - Puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tomakaka Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat melakukan aksi unjuk rasa menuntut biaya praktek penelitian lapangan diturunkan.
Aksi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tomakaka (UNIKA) berlangsung di halaman kampusnya, Minggu, dengan menggelar orasi yang intinya meminta Fakultas Pertanian Unika Mamuju menurunkan biaya praktek penelitian lapangan sebesar Rp750 ribu per orang karena terlalu memberatkan.
Para mahasiswa menilai biaya itu dinilai tidak wajar karena daerah yang akan dituju menjadi lokasi PPL, jaraknya sangat dekat yakni di Kabupaten Majene sekitar 150 kilometer dari Kota Mamuju.
"Biaya pembayaran PPL yang dibebankan pengelola Fakultas Pertanian UNIKA, sekitar Rp750.000 sangat mahal, karena di Fakultas lain yakni Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Sospol) yang merupakan salah satu fakultas lainnya di UNIKA, biaya pelaksanaan PPL lebih rendah," kata Iksan salah seorang mahasiswa.
Menurut dia, biaya PPL di Fakultas Pertanian UNIKA Mamuju hanya sekitar Rp400.000 untuk setiap mahasiswa padahal daerah yang dituju untuk melakukan PPL berada di Kota Makassar sekitar 450 kilometer dari Kota Mamuju yang jaraknya lebih jauh.
Ia mengatakan, pihak Fakultas Pertanian UNIKA juga tidak tidak transparan soal perincian anggaran penggunaan biaya PPL yang akan dibebankan kepada mahasiswa.
"Fakultas Pertanian UNIKA tidak transparan sehingga mahasiswa juga curiga dana PPL yang dipungut kepada mahasiswa akan digunakan untuk kepentingan pribadi sejumlah pengelola Fakultas Pertanian, seperti pengakuan beberapa orang pengelola Fakultas Pertanian UNIKA," katanya.
Ia mengungkapkan, pihak Fakultas Pertanian UNIKA juga telah mengancam akan mencutikan mahasiswa yang menolak biaya PPL itu sehingga ancaman itu merupakan pembungkaman terhadap hak mahasiswa.
"Fakultas Pertanian UNIKA telah mengancam akan mencutikan mahasiswa yang berdemo menolak besarnya biaya PPL yang ditetapkan, sehingga kami menuntut agar kebijakan tersebut dihentikan, karena membungkam hak mahasiswa yang menuntut biaya pendidikan ditetapkan sewajarnya," katanya.
Ia balik mengancam kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi maka mahasiswa akan terus melakukan aksi besar-besaran di kampus UNIKA.
Usai melakukan aksinya mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(T.KR-MFH/B013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
