Logo Header Antaranews Makassar

Pengamat : Pendidikan Etika Perlu Ditingkatkan

Senin, 2 Mei 2011 19:00 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pendidikan etika dan prilaku masih perlu ditingkatkan, karena pendidikan kognitif saja yang selama berkembang.

"Selama ini dari tiga komponen pendidikan yakni kognitif, afektif dan prsikomotorik, yang berkembang hanyalah unsur kognitifnya saja, sehingga hasil pendidikan kita banyak yang pintar tapi kurang beretika," kata pemerhati masalah pendidikan Satriani dari Lembaga Pendidikan dan Studi Media Massa di Makassar, Senin.

Menurut dia, momen peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, hendaknya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mengevaluasi kembali sistem pendidikan yang diterapkan selama ini.

Alasannya, karena luaran yang dihasilkan dari dunia pendidikan lebih banyak mengejar kuantitas keberhasilan dari segi prestasi kognisi atau pengetahuan saja. Padahal kecerdasan emosional tak kalah pentingnya.

"Sebagai gambaran, praktek korupsi yang terjadi di segala lini itu umumnya dilakukan oleh orang berpendidikan tinggi. Ini salah satu bukti jika komponen pendidikan kita hanya mengejar aspek kognitif saja," katanya.

Sementara itu, mantan Kadis Pendidikan Makassar M Mukhlis mengatakan, pemerintah dan legislator perlu duduk bersama untuk membicarakan persoalan dan sistem pendidikan terkait dengan penerapan otonomi daerah.

"Hal ini mencermati, masih adanya kebijakan pemerintah pusat tentang pendidikan yang tidak sepenuhnya dijalankan oleh pemerintah daerah," katanya.

Padahal semestinya, lanjut dia, dari struktur organisasi pemerintah daerah harus menjalankan kebijakan itu yang merujuk pada keputusan menteri terkait.

Salah satu contoh, program wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah itu harus dapat diimplementasikan seluruh pemerintah daerah. Namun kenyataannya, hanya sebagian saja yang melaksanakannya. (T.S036/A033)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026