Logo Header Antaranews Makassar

Puluhan PTT Datangi Kantor DPD-RI Sulbar

Jumat, 6 Mei 2011 03:05 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Puluhan Pegawai Tidak Tetap yang selama ini bekerja di lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Daerah RI Sulbar, guna menyampaikan aspirasinya karena tak jelas kapan mereka diangkat menjadi PNS.

Pemantauan di Mamuju, Kamis, puluhan PTT ini menduduki kantor DPD-RI Provinsi Sulbar yang terletak di jalan Andi Pangeran Pettarani, guna menyampaikan apa yang menjadi keluhan para abdi negara yang belum PNS tersebut.

Bahkan, para demonstran pun melakukan aksi tutup mulut dan membakar baju dinas mereka sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah setempat.

Aksi yang dilakukan para demonstran ini terlihat tak mendapat pengamanan dari aparat kepolisian setempat. Meski begitu, aksi damai ini diterima dua anggota DPD-RI Sulbar, Hj. Mulyani Isham dan Asri Anas yang tengah berada di Mamuju.

Koordinator Aksi PTT Sulbar, Mahyuddin mengemukakan, sebanyak 761 orang hingga kini diterlantarkan atau tanpa ada perhatian yang jelas dari pemerintah yang telah memberikan pekerjaan.

"Selama ini, ratusan PTT hanya mendapat janji-janji bohong. Rasanya, kami sudah tak tahan lagi karena sudah enam tahun kami mengabdi namun belum mendapat perhatian lebih dari pemerintah," ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, para anggota DPD-RI diharapkan mampu menjembatani persoalan keluh kesah yang dirasakan selama ini para PTT.

"Kami harap aspirasi kami didengar pemerintah dan tak lagi hanya mendapat janji. Kami butuh kejelasan," terangnya.

Ia mengemukakan, selama ini ratusan PTT telah bekerja dalam mengawal pembangunan di daerah. Namun, rupanya kerja keras PTT tak pernah dibalas dengan baik.

Menurut dia, Pemprov Sulbar hanya menjanjikan mereka diangkat menjadi PNS melalui surat keputusan (SK), namun ternyata tidak direalisasikan, padahal PTT jumlahnya sekitar 761 orang.

"Kami sudah bosan dijanji pemerintah yang sebelumnya akan memberikan kami surat keputusan (SK) untuk diangkat PNS, kami tidak butuh janji tapi kami butuh realisasi," katanya.

Selama menjadi PTT di Pemprov Sulbar, dirinya seperti sapi perah yang hanya bekerja kepada pemerintah namun nasibnya tidak jelas kapan diangkat menjadi PNS, ucapnya.

"Kami sudah capek dipekerjakan menjadi PTT yang belum tentu jelas kapan akan diangkat menjadi PNS, padahal kami ini sudah dinyatakan lulus untuk diangkat menjadi PNS," katanya.

Sementara itu, anggota DPD-RI, Mulyana Isham, berjanji akan memediasi persoalan PTT untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Saya minta kesabaran para PTT. Masalah ini akan kami catat untuk ditindaklanjuti kepada pemerintah pusat melalui BAKN Pusat," ujarnya. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026