
Jalan Trans Sulawesi Kembali Normal

Luwu Timur, Sulsel (ANTARA News) - Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Mangkutana, Kabuapten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan Poso, Sulawesi Tengah, Jumat, kembali normal dan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Sebelumnya, jalur Trans Sulawesi sempat terputus setelah badan jalan sepanjang 50 meter di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutan, amblas karena tergerus banjir bandang.
Kondisi tersebut membuat para pengendara tidak dapat melintas dan tertahan. Ratusan kendaraan yang akan menuju Sulteng dan sebaliknya tertahan di lokasi longsor.
"Alhamdulillah kendaraan sudah dapat melintas setelah warga bersama pemerintah dan polisi bersama-sama menimbun jalan yang amblas," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mangkutana, AKP Chelvy Kadir.
Namun kata Kapolsek, kendaraan yang bisa melintas hanya roda dua dan roda empat. Sementara truk dan sejenisnya belum dapat melintas karena kondisi jalan dan struktur tanah pasca longsor masih labil.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, daerah Kasintuwu menjadi langganan bencana tanah longsor. Tingginya curah hujan serta gundulnya hutan akibat pembalakan liar menjadi faktor utama seringnya terjadi longsor.
Sebelumnya, jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Sulsel) dengan Lasusua, Kolaka Utara (Sultra) juga sempat terputus akibat bencana tanah longsor yang menerjang Desa Harapan, Kecamatan Malili, Lutim.
Selain menutup badan jalan sepanjang enam kilometer, longsor juga menyeret satu rumah makan yang terletak di Kawasan Wisata Pantai Batu Menggoro.
Kapolsek mengimbau agar warga berhati-hati jika melintas di daerah rawan tersebut dan sedapat mungkin menghindari perjalanan di malam hari, apalagi jika hujan deras mengguyurdaerah ini.
Selain bencana tanah longsor, banjir bandang juga melanda sebagian wilayah Kabupaten Luwu Timur. Hingga kemarin (5/5), ratusan rumah di Kecamatan Wotu dan Kecamatan Malili masih terendam banjir.
Selain menggenangi ratusan rumah dan areal perkebunan kakao milik petani, banjir bandang juga menghanyutkan tujuh rumah warga di Desa Lampia, Kecamatan Malili. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
