Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Siapkan "Master Plan" di Lima Sektor

Kamis, 19 Mei 2011 03:16 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan "master plan" di lima sektor yaitu pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta perikanan dan kelautan.

Hal tersebut diutarakan Asisten II Bidang ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulsel, Amal Natsir, disela-sela pembukaan workshop tata cara pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Makassar, Rabu.

"Bisnis utama di Sulsel selama ini adalah lima sektor tersebut sehingga kita siapkan master plan-nya sesuai keinginan pemerintah pusat. Selanjutnya, tinggal menyiapkan instrumen-instrumen pendukung, termasuk mengkoordinasikan dengan pemerintah pusat," ujarnya.

Beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Sulsel untuk menyiapkan master plan tersebut diantaranya dengan pembangunan infrastruktur, terutama dengan mempercepat proses pembangunan jalan poros Makassar-Parepare.

"Untuk pembangunan jalan poros Makassar-Parepare ditargetkan selesai September tahun ini," ucapnya.

Selain infrastruktur jalan, Pemprov juga akan mendorong pembangunan industri pengolahan di beberapa daerah yang ada di Sulsel, seperti industri pengolahan kakao yang akan dipusatkan di Kabupaten Gowa dan Luwu Utara yang memang menjadi pusat pengembangan kakao di Sulsel.

Di sektor perikanan, belum ada rencana membangun pabrik pengolahan, tetapi lebih kepada peningkatan produksi ikan, baik perikanan tangkap maupun perikanan tambak serta produk perikanan lain, termasuk rumput laut.

"Untuk perikanan laut akan dipusatkan di Kabupaten Bone, Takalar, Bantaeng, dan Sinjai, sementara untuk perikanan tambak dipusatkan di Kabupaten Pangkep, Luwu, dan Bone," kata Amal.

Untuk rumput laut jenis Cottoni yang tumbuh di laut akan dipusatkan di Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Bone. Sementara jenis Gracilaria yang tumbuh di tambak, dipusatkan di Kabupaten Bone dan Luwu, serta sebagian daerah Pinrang.

Sektor pertanian tetap dipusatkan di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu, yang memang selama ini merupakan daerah sentra pertanian.

"Semua sektor yang telah disebutkan tadi industrinya sudah ada, tinggal bagaimana mensinergikan antar sektor-sektor tersebut, melalui infrastruktur yang baik serta upaya pelaku usaha di sektor masing-masing," ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, menurut Amal, Pemprov Sulsel masih membutuhkan investor yang mau masuk ke wilayah ini.

Pihaknya berharap dengan adanya infrastruktur yang baik di Sulsel, target investasi dalam negeri bisa tercapai dengan maksimal karena infrastruktur adalah salah satu insentif yang diberikan Pemprov Sulsel kepada investor, selain menghilangkan pungutan-pungutan liar agar para investor bisa nyaman berinvestasi. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026