
Bantaeng Layak Jadi Percontohan Nasional

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sangat layak menjadi daerah percontohan nasional.
Seluruh Bupati dan petinggi harus bisa melihat pengembangan daerah ini sebab terlalu banyak nilai yang bisa menjadi inspirasi dan menjadi contoh untuk pengembangan daerah di Indonesia.
Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Gresik, Jawa Timur H Moh Qosim pada diskusi dan Observasi Lapangan Peserta Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan III tahun 2011 di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis.
Peserta Orientasi yang diantar Kepala Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Yusuf Sufiandi tersebut terdiri para Wakil Bupati dan Wakil Walikota se Indonesia, diantaranya Wakil Bupati Asahan H Surya.
Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Bambang Sugianto, Wakil Bupati Klaten Hj Sri Hartini, Wakil Walikota Pekalongan Achmad Alfarsan Djunaid, Wakil Walikota Pematangsiantar Koni Ismail Siregar dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Ambo Tang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah saat menerima tamunya didampingi Sekda HM Yasin, Asisten II Syamsu Suli, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, Kadis Perindagtamben H Abd Gani, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap Maula Akil
Bupati juga didampingi Staf Ahli Bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir, Staf Ahli Bidang Hukum H Imran Arief, Kasatpol PP Faizal, Kabag Humas Alam Nur dan sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Moh Qosim, pada banyak tempat, hubungan bupati dan wakilnya sering tak harmonis, bahkan cenderung bagai kucing dan tikus, namun di Bantaeng para aparat sangat kompak. Karena itu, patut menjadi contoh.
Demikian pula dengan konsep pelayanan sehari (one day stop service) yang banyak dilakukan Pemda, ternyata banyak yang tidak berhasil karena terkait dengan perilaku, sementara di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini berjalan baik, urainya.
Para Wakil Bupati dan Wakil Walikota se Indonesia itu juga banyak mengeluhkan sulitnya pasar terhadap produksi masyarakat, seperti dikemukakan Bambang Sugianto, Wakil Bupati Kepahiang, Bengkulu.
Menurutnya, potensi daerah kadang terkendala pasar. Karena itu, ia berharap Bupati Bantaeng dapat membantu menengahi kendala pasar tersebut, terutama untuk pasar ekspor ke Jepang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut keinginan para peserta Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Angkatan ke-3 ini untuk melakukan sinergi dalam memasarkan produk unggulan daerah.
"Bantaeng siap bersinergi dengan siapa saja, terutama untuk pengembangan pasar bersama. Bahkan, bila memungkinkan, kami akan mendatangkan investornya ke daerah untuk menjawab pasar yang sangat besar," urainya.
Ia kemudian mengemukakan peluang ekspor talas safira ke Jepang yang membutuhkan talas dalam jumlah yang mencapai 360 ribu ton/tahun. "Kebetulan mitra kami PT Global Seafood Internasional Indonesia (GSII) menguasai 60 persen pasar talas di Negeri Sakura," ujarnya.
"Ini peluang yang tentu saja sulit dipenuhi Bantaeng," terang Nurdin Abdullah yang berharap pengembangan tanaman ini lebih banyak. "Bila memiliki lahan, kami siap mendatangkan investornya," tambahnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
