
BPK Terapkan E-Audit di Makassar

Makassar (ANTARA News) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI segera menerapkan audit menggunakan sistem komputer atau e-audit di Sulawesi Selatan yang akan ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman dengan seluruh pemerintah daerah pada 9 Juni 2011.
Kepala Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan BPK RI, Cornell Syarief di Makassar, Senin, menjelaskan dengan sistem e-audit, tim pemeriksa BPK dapat langsung memperoleh data-data yang diperlukan dari pemerintah daerah secara elektronik.
"Jadi tidak setiap saat tim datang ke kantor pemerintah daerah, sistem komputerisasi antara pemerintah daerah dan BPK menjadi terhubung. Kita tandatangani nota kesepahamannya, lalu kita sama-sama kembangkan sistem komputernya, secepatnya. Semester dua ini sudah bisa ada yang uji coba," jelasnya usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Menurutnya, penerapan sistem ini telah dilakukan hampir di seluruh pemerintah daerah di wilayah Indonesia barat.
"Di pemerintah pusat sudah hampir semuanya. Di daerah timur baru Sulsel. Setelah Makassar, penandatanganan nota kesepahaman yang sama akan dilakukan di Kendari pada 10 Juni 2011," katanya.
Ia mengatakan, meski membutuhkan investasi awal yang cukup besar, sistem ini akan membuat proses audit semakin efisien dan mengurangi kontak antara auditor dengan pihak yang diperiksa.
"Walaupun nantinya, tetap akan ada kontak setelah kita analisis tetap harus meyakinkan datanya di lapangan," ujarnya yang mengharapkan, pada acara penandatanganan nota kesepahaman yang rencananya akan di hadiri oleh Ketua BPK-RI tersebut, seluruh bupati dan wali kota di Sulsel dapat hadir.
Kecenderungan terjadinya penyimpangan juga diharapkan semakin kecil dengan pemberlakuan sistem ini. "Artinya kita lihat data umum dulu. Data dilaporkan pemerintah daerah dituangkan ke data elektronik kita lihat itu, masalah penyimpangan di luar itu. Mudah-mudahan kecenderungan penyimpangan lebih kecil. Makanya ada penandatanganan nota kesepahaman, kita kerja sama kemudian data-data yang sifatnya rahasia ada pengamanan data," jelasnya. (T.KR-RY/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
