Logo Header Antaranews Makassar

Kader Hanura Mamuju Usir Wartawan

Kamis, 2 Juni 2011 07:41 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Seorang kader Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Sulawesi Barat, melakukan pengusiran terhadap wartawan dalam acara ferivikasi pengurus partai yang dilaksanakan di Mamuju, Rabu.

Perlakuan kasar yang dilakukan oknum kader Hanura, HM terhadap wartawan sontak membuat suasana di luar ruangan tempat rapat yang dihadiri pengurus DPP Partai Hanura menjadi ribut.

"Saudara tidak diundang datang untuk meliput acara verifikasi pengurus Parpol Hanura. Kegiatan ini tertutup untuk wartawan," kata HM.

Pernyataan yang dilontarkan kader Hanura ini membuat wartawan harian, AH yang sudah terlanjut berada dalam arena kegiatan pun marah karena merasa diperlakukan tidak senonoh oleh kader partai besutan Wiranto ini.

"Tugas saya mencari informasi, makanya tanpa diundang pun saya akan hadir dalam acara ini. Jika dari awal saya tahu bahwa acara ini hanya internal dan tak bisa diliput maka saya pun tidak melakukan tugas jurnalistik saya," protesnya.

Menurut AH, mestinya pihak panitia menempatkan seorang petugas dipintu masuk atau memasang pengumuman bahwa kegiatan ini internal partai saja atau tidak untuk diekspos.

Meski telah diusir kader Hanura, pihaknya tetap berada di luar ruangan gedung menunggu berakhirnya kegiatan verifikasi keanggotaan parpol yang diikuti 20 orang itu.

Seorang kader Hanura, Irwan Pababri menyampaikan permohonan maaf jika sekiranya ada kader Hanura yang telah berbuat kasar terhadap pers.

"Memang kegiatan ini hanya internal partai saja dan bukan untuk diliput. Namun bila ada kader yang memperlakukan kasar terhadap wartawan mohon jangan disimpan dalam hati. Mungkin ini karena miskomunikasi saja," kata Irwan yang juga mantan calon wakil bupati Mamuju ini.

Karena itu, kata dia, secara kelembagaan partai menyampaikan agar masalah ini tak perlu diperlebar menjadi sebuah masalah.

Secara terpisah, Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulbar, Adi Arwan Alimin menyesalkan jika masih ada perlakuan kasar yang dilakukan kader-kader partai terhadap pekerja pers.

"Saya anggap pengusiran wartawan dalam acara verifikasi ini tidak menunjukkan sebagai kader Hanura yang mestinya menjaga hati dan nurani rakyat," ucapnya.

Mestinya, lanjut dia, jika kegiatan parpol ini dilakukan secara tertutup untuk media, maka seharusnya diberikan penyampaian kepada pers.

"Ini kan tidak terjadi. Nanti akan berakhir acara baru dilakukan penyampaian bahwa kegiatan ini tertutup bagi pers," ucapnya. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026