
Polisi Perketat Penjagaan di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Polisi memperketat penjagaan dengan mendatangkan pasukan Brimob dari Makassar ke Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebanyak dua kompi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Bantaeng AKBP Feri Handoko di Bantaeng, Jumat, mengatakan, hasil konfirmasi dengan Polres Jeneponto menyebutkan, sudah lima warga daerah itu yang sudah diamankan menyusul perusakan Kantor Polsek Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, Kamis malam (2/6).
Khusus korban tewas bernama Talla (45), Polres bekerjasama Pemda Kabupaten Bantaeng telah merujuk korban ke RS Bhayangkara di Makassar untuk di visum. Hasilnya diharapkan dapat diketahui dalam waktu dekat.
"Kami sudah menangani kasus ini dan segera diproses secara profesional sesuai prosedur. Bila terbukti ada anggota yang terlibat, tentunya akan diproses. Demikian pula terhadap warga yang terbukti melakukan perusakan," urainya.
Kapolres mengatakan, perusakan Kantor Polsek Ulu Ere hanya merupakan imbas dari kejadian di Kecamatan Rumbia, Jeneponto yang memang berbatasan dengan Kabupaten Bantaeng. Hanya saja yang mengherankan, kenapa Kantor Polsek Ulu Ere yang menjadi sasaran, urainya.
Rasa heran yang sama juga dikemukakan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah. "Kenapa Kantor Polsek Ulu Ere yang menjadi sasaran padahal peristiwanya di Jeneponto," tandasnya di Instalasi Rawat Darurat RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
Menurut Bupati, keluarga korban membutuhkan kepastian terhadap pelaku penembakan agar diproses. "Pemda juga tidak terima warga yang tidak bersalah menjadi sasaran," urainya.
Karena itu, ia berharap kepada petinggi Kepolisian agar mengambil langkah tegas dan memberikan rasa keadilan terhadap masyarakat, imbuhnya. Bupati berharap, melalui visum yang dilakukan di RS Bhayangkara Makassar akan memperjelas dan menjadi bukti Polisi untuk melakukan proses terhadap anggotanya yang melakukan penembakan.
Tentang perusakan tersebut, ia mengatakan, Kantor Polsek Ulu Ere merupakan aset Pemda yang dipinjamkan untuk digunakan Polsek setempat. Ia berharap, warga Ulu Ere tetap tenang dan bersabar menunggu proses yang dilakukan kepolisian.
"Sabarmaki, pasti Polisi bisa menyelesaikan masalah ini," terang Bupati Nurdin Abdullah menenangkan keluarga korban yang resah akibat penembakan tersebut. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
