
Dinsos Siapkan Dana Rehabilitasi 18 Unit Rumah

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menyiapkan dana rehabilitasi untuk 18 unit rumah yang tidak layak huni untuk tahun 2011 dengan alokasi dana Rp12 juta/unit.
Kepala Bidang Pembinaan Organisasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng Muh Nur Alam di Bantaeng, Rabu, mengatakan, dana yang berjumlah Rp216 juta tersebut merupakan dana para anggota DPRD dalam bentuk dana aspirasi dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) serta dana bantuan sosial (Bansos) dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Dengan demikian, sasaran perbaikan rumah akan diarahkan pada masing-masing Dapil DPRD yang bersangkutan, terang M Nur Alam. Ia mengatakan, pemanfaatan dana tersebut diprioritaskan pada rumah warga yang sangat tidak layak huni, namun mereka memiliki tanah.
Dengan anggaran yang sangat terbatas tersebut, Dinsos berharap, dapat membangun rumah berukuran 4 X 6 m2. "Kami sangat ingin membantu warga masyarakat, namun karena keterbatasan anggaran, maka yang bisa dilakukan tahun 2011 hanya untuk 18 unit rumah," urainya.
Menurut dia, pihaknya akan mengatur sedemikian rupa agar pemanfaatan dana tersebut benar-benar tepat sasaran.
Khusus dana bansos, ia mengatakan, diarahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana, terutama bencana kebakaran. Hingga Juni 2011, musibah kebakaran terjadi pada tujuh unit rumah.
Untuk musibah seperti itu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga memberikan bantuan sosial dalam bentuk sarung, pakaian, peralatan sekolah bagi yang memiliki anak yang sedang bersekolah, peralatan dapur serta lauk pauk (ikan kaleng).
Bantuan seperti itu merupakan bentuk kepedulian yang dananya disiapkan melalui anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD). Selain perbaikan rumah yang terkena musibah, pihaknya juga membantu pembangunan rumah Ny Elis, warga Bantaeng yang terkait kasus di Malaysia.
"Kita membangunkan rumah karena tidak memungkinkan untuk hidup bersama keluarga yang lainnya yang selama ini menjadi tempat berteduh ke-3 anaknya yang terlebih dahulu tiba di Bantaeng," ucap Nur Alam. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
