Logo Header Antaranews Makassar

Pihak Unasman Berharap Mediasi Berlanjut

Sabtu, 11 Juni 2011 13:42 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Pihak Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berharap proses penyelesaian sengketa kelembagaan dengan Pengurus Besar Darul Da'wa Al-Islamiyah (PB DDI) diselesaikan melalui mediasi.

"Jika sengketa ini diselesaikan dengan cara eksekusi, maka akan memicu munculnya konflik karena kedua pihak merasa memiliki hak dan kepentingan yang sama atas lokasi serta bangunan yang sementara disengketakan ini," kata Koordinator Tim Mediasi dari pihak Unasman, Sulihin Azis di Polman, Sabtu.

Meskipun hal ini merupakan keputusan Mahkamah Agung (MA) dan telah menyatakan PB DDI sebagai pemenang atas kelambagaan yang dimiliki kampus Unasman, namun Sulihin mengaku ini menyangkut berjalannya dunia pendidikan.

Untuk itu, ia berharap tidak ada pihak yang harus dirugikan, meskipun terdapat keputusan hukum tetap, namun ini harus melalui mediasi sebab menyangkut keberlangsungan dunia pendidikan di Polman.

"Tentunya, secara langsung maupun tidak langsung, pemerintah tetap harus mempertimbangkan hal ini agar ditemukan solusi tepat tanpa ada satu pihak yang merasa dirugikan," ujarnya.

Sependapat dengan ungkapan Sulihin, Koordinator Biro Hukum Unasman, Reski Azis mengaku meskipun ada ketetapan MA, namun itu belum merupakan hal mutlak sebab pihak Unasman masih memungkinkan melakukan pembelaan dengan dasar mempertahankan dunia pendidikan.

"Ini menyangkut ribuan mahasiswa serta alumni yang akan kita pertahankan, karena dengan proses eksekusi akan mengancam nasib mereka sebagai alumni maupun mahasiswa," tambahnya.

Terkait antisipasi yang akan dilakukan untuk tetap memperhatikan nasib seluruh mahasiswa dan alumni Unasman, Reski yang juga merupakan kalangan akademisi Unasman mengaku belum bisa memberi penjelasan sebab masih sangat mengharapkan adanya mediasi.

"Kami belum memiliki solusi lain dan belum bisa memberi antisipasi jika eksekusi akan terjadi sebab selain kami masih berharap akan adanya mediasi, kami juga tetap yakin sengketa ini akan diselesaikan tanpa eksekusi," ujarnya.

Ia juga mengaku, belum ada kesepakatan secara resmi dari pihak DDI untuk membatalkan mediasi dan akan menempuh jalur hukum pada lain hal pihak DDI juga masih membuka ruang untuk kembali membangun komunikasi.

Masalah lain yang dihadapi, tim tindak lanjut serta pihak PB DDI mengaku kecewa terhadap Unasman yang tidak pernah menghadirkan ketua yayasan yang memiliki kewenangan lebih besar untuk mengambil sebuah keputusan.

"Kami tidak perlu menghadirkan Ketua Yayasan Unasman, Sibly, untuk melakukan mediasi sebab dengan keterwakilan beberapa tim dari Unasman sudah mengakomodir seluruh harapan yang diusung melalui mediasi," belanya. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026