Logo Header Antaranews Makassar

PLTMH Rano di Donggala Segera Beroperasi

Minggu, 12 Juni 2011 13:30 WIB
Image Print

Palu (ANTARA News) - Kepala Bank Indonesia Palu, Rahmat Hernowo, mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang berdaya 30.000 watt dalam waktu dekat segera beroperasi sehingga bisa membantu kebutuhan listrik masyarakat setempat.

"Sebelum puasa Ramadhan (akhir Juli 2011) diperkirakan segera berfungsi," kata Rahmat Hernowo di Palu, Ahad.

PLTMH yang dibangun sejak enam bulan lalu itu bisa mencukupi kebutuhan listrik untuk 300 rumah yang berada di sekitar Danau Rano.

Rahmat sebelumnya merasa miris begitu mengetahui adanya kenyataan bahwa di sebuah daerah di Sulawesi Tengah belum menikmati listrik sejak Indonesia merdeka hingga saat ini.

Masyarakat sekitar Danau Rano selama ini menikmati aliran listrik dengan menggunakan mesin diesel, itu pun tidak setiap hari karena biaya bahan bakar yang mahal.

Pembuatan PLTMH Danau Rano itu atas prakarsa Bank Indonesia Palu melalui Ikatan Pegawai Bank Indonesia yang telah bahu-membahu mengumpulkan dana.

Biaya yang terkumpul mencapai Rp446,9 juta, kemudian ditambah biaya swadaya masyarakat.

Rahmat menuturkan, untuk membuat pembangkit listrik itu membutuhkan jalan berliku karena pekerja harus memperhatikan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat setempat.

Untuk melintasi Danau Rano tidak boleh menggunakan perahu bercadik, mesin tempel atau layar. Perahu harus dijalankan dengan cara didayung.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kalau ada yang melanggar pantangan adat tersebut akan terjadi bencana atau musibah.

Untuk membawa peralatan serta bahan membuat pembangkit listrik yang terbuat dari besi dengan cara mendayung perahu tanpa cadik sangatlah tidak mungkin karena membutuhkan waktu lama dan bisa membahayakan penumpangnya.

Setelah berkonsultasi dengan tokoh adat Desa Rano, maka disepakati perahu boleh menggunakan sebuah mesin untuk mempercepat jalannya.

Perahu mesin itu akhirnya digunakan untuk menarik lima perahu yang telah digandeng. Setiap perahu memuat alat dan bahan untuk membuat PLTMH.

Danau Rano sendiri memiliki luas sekitar 750 hektare dengan kedalaman maksimal hingga 80 meter.

Sebelumnya, Bank Indonesia Palu juga telah membuat PLTMH di Danau Lindu di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.

PLTMH yang sudah beroperasi pada 2010 itu menghasilkan daya maksimal hingga 10.000 watt dan mampu mengaliri listrik 82 bangunan.

Setelah jadi dan beroperasi, kedua PLTMH itu diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk dikelola dan menghasilkan manfaat.

"Kita berharap pembangkit itu dirawat supaya berfungsi dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan hingga jangka waktu yang lama," ujar Rahmat. (T.R026/R015)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026