Logo Header Antaranews Makassar

Dirjen Sayangkan Pelayanan Kepabeanan di Makassar

Rabu, 15 Juni 2011 14:34 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono menyayangkan pelayanan petugas Bea dan Cukai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin karena melakukan pemeriksaan secara manual terhadap barang bawaan penumpang rute Singapura-Makassar.

"Prinsipnya dia (Dirjen Bea dan Cukai) menyayangkan kenapa hal tersebut harus terjadi. Seharusnya semua mendukung Bandara Internasional Sultan Hasanuddin," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Masykur A. Sulthan melalui telepon, menjawab hasil pertemuannya dengan Dirjen Bea dan Cukai di Jakarta, Rabu.

Ia dan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel Amal Natsir menemui Dirjen Bea dan Cukai di kantornya untuk membicarakan peningkatan kapasitas pelayanan Bandara Sultan Hasanuddin terutama soal banyaknya keluhan terhadap petugas Bea dan Cukai bandara yang masih melakukan pemeriksaan dengan cara membuka barang bawaan penumpang.

"Dirjen Bea dan Cukai mengaku selama tidak menerima laporan dan memang seharusnya ada persiapan. Kanwil Bea dan Cukai Makassar tidak melaporkan sehingga terjadilah hal yang tidak semestinya tidak mendukung. Tapi itu menjadi komitmen untuk segera dibenahi," jelasnya.

Ia juga mengakui kondisi anggaran yang belum memungkinkan untuk mengganti dan memperbaharui mesin x-ray Bea dan Cukai Bandara Sultan Hasanuddin yang rusak.

"Dirjen menjanjikan melakukan pergantian relokasi alat atau dengan cara lain. Sudah direspon prinsipnya semua Bea dan Cukai secara internal harus memenuhi standar operasi internasional baik alat maupun petugasnya," tambahnya.

Sesuai janjinya kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melalui telepon kemarin, pihaknya hari ini juga telah mengirim tim dari pusat untuk melakukan peninjauan langsung. Meski demikian, dirjen tetap menyarankan agar dilakukan pertemuan antara seluruh pihak terkait agar ada penyelesaian menyeluruh.

"Pertemuan disarankan dipimpin gubernur dengan menghadirkan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Dirjen Imirasi, PT Angkasa Pura untuk menghasilkan keputusan bersama agar seluruh masalah tuntas tertangani termasuk membahas persiapan haji. Dirjen Bea dan Cukai sendiri menyatakan kesiapannya untuk hadir," jelasnya.

Selain melakukan pertemuan dengan Dirjen Bea dan Cukai, ia bertolak ke Jakarta untuk membawakan surat permohonan rekomendasi kepada Dinas Sertifikasi Kelaikan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terkait deklarasi pendaratan pesawat Boeing 747-400 di Bandara Sultan Hasanuddin.
(T.KR-RY/Z003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026