Logo Header Antaranews Makassar

Polman Incaran Pencuri Penyu Hijau

Sabtu, 18 Juni 2011 15:57 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Masih banyaknya jumlah populasi dan jenis penyu hijau di sekitar pantai serta perairan Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menjadi salah satu incaran pencuri penyu yang berasal dari luar daerah.

Kepala Satuan Polisi Air (Kasatpolair) Polres Polman, AKP Muhammad Mansyur di Polman, Sabtu, mengatakan, sejak dua bulan terakhir pihaknya telah menangkap 22 nelayan asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang melakukan pencurian penyu di perairan Polman.

"Dari 22 tesangka pencuri penyu, 13 tersangka telah kami proses sejak dua bulan yang lalu dan proses hukumnya sudah hampir selesai. Sementara, 19 tersangka lainnya baru dua hari lalu kami tangkap dan mengamankan sejumlah barang bukti," ujarnya.

Penangkapan 19 tersangka tersebut berhasil diamankan empat unit perahu yang masing-masing dilengkapi dengan pukat penangkap penyu, selain itu juga diamankan 22 penyu berdiameter 50 centi meter hingga satu meter dengan berat rata-rata 100 kilogram sebanyak 22 ekor.

Seluruh tersangka dianggap telah melanggar undang-Undang kelautan dan diancam kurungan selama empat tahun penjara karena terbukti mencuri biota laut yang dianggap dilindungi dan hampir punah tersebut.

Hasil pemeriksaan Polres Polman, rencananya penyu hasil curian tersebut akan dijual kembali kepada para penadah di Makassar, Sulsel.

"Menurut pengakuan nelayan tersebut, sisiknya akan dijual dengan harga yang cukup menggiurkan, utamanya sisik yang berada pada bagian punggung penyu yang bisa mencapai harga jutaan rupiah," ucap Mansyur.

Tidak hanya menjual sisiknya, namun nelayan tersebut juga menjual dagingnya dengan harga Rp50 ribu/kg juga kepada penadah yang selanjutnya akan diekspor ke negara tetangga untuk dijadikan salah satu menu restoran.

Menurut Mansyur, di perairan Polman ditaksir masih terdapat sekitar 1.000 ekor penyu yang harus mendapat perlindungan agar nelayan tidak seenaknya mencuri salah satu biota laut yang dilindungi tersebut.

"Untuk itu, kami juga sangat berharap bisa bekerja sama dengan Pemkab Polman untuk mencegah terjadinya pencurian ini melalui sosialisasi serta penjagaan lepas pantai secara intensif agar kekayaan yang sangat besar nilainya tersebut tetap terlindungi," ujarnya. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026