Logo Header Antaranews Makassar

Mendiknas : Pemerintah Berlakukan Pendidikan Karakter Juli 2011

Senin, 20 Juni 2011 19:26 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasonal M Nuh mengatakan, Pemerintah Indonesia akan memberlakukan pendidikan berbasis karakter untuk sekolah-sekolah mulai tahun ajaran baru yang direncanakan Juli 2011.

"Akan dimulai bulan Juli, tahun ajaran baru. Mulai 2011 stop kekerasan dimulai dari sekolah," kata Mendiknas M Nuh kepada wartawan usai membuka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke IV di Makassar, Senin.

Menurut Mendiknas, model pendidikan karakter harus dimulai dengan menciptakan budaya sekolah, mulai dari guru kemudian ditularkan kepada siswa.

Budaya sekolah yang dimaksud Mendiknas berkarakter adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan kasar, dan membiasakan kejujuran.

"Budaya sekolah itu tidak harus punya laboratorium. Misalnya, hilangkan budaya nyontek dan kekerasan. Ungkapan yang kasar juga bagian dari kekerasan," ucapnya.

Karena itu juga, ia meminta agar pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) dihilangkan dari segala bentuk yang berbau kekerasan.

Bukan cuma lingkungan sekolah yang berperan dalam pendidikan karakter, tetapi juga aksi bakar ban yang kerap dilakukan mahasiswa saat berunjuk rasa dinilai berpengaruh negatif pada karakter anak sekolah.

Mendiknas M Nuh optimistis FLS2N adalah wadah pendidikan karakter yang nilainya bisa ditularkan dari 1551 orang peserta kepada siswa lainya di seluruh Indonesia.

Ia menilai, hidup ini sempurna dan berjalan baik apabila ada kesatuan antara kebenaran, kekompakan dan keindahan.

Sementara gubernur Sulsel Syahrul Yasin dalam sambutannya yang dibacakan wakil gubernur Agus Arifin Nu'mang mengatakan praktik pendidikan di Indonesia saat ini masih berorientasi pengembangan nilai kognitif atau IQ.

"Namun kurang mengembangkan soft skil yang tertuang dalam emotional intelegence, dan spiritual intelegence," ucapnya.

Bahkan, kata dia, pembelajaran dari sekolah sampai perguruan tinggi masih menekan pada perolehan nilai hasil ulangan maupun nilai hasil ujian.

Syahrul melihat, proses internalisasi pendidikan budaya dan karakter ke dalam institusi di tengah situasi bangsa yang rumit, perlu dimaknai sebagai cara untuk meningkatkan derajat dan kualitas hidup bangsa kita.
(T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026