Logo Header Antaranews Makassar

"Wija to Luwu" Dambakan Provinsi Luwu Raya

Jumat, 27 Maret 2009 00:37 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Masyarakat asal empat kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo (Wija To Luwu) mendambakan provinsi Luwu Raya segera terbentuk.

Rencana pembentukan provinsi Luwu Raya telah ada sejak lebih setengah abad yang lalu, bahkan masuk urutan ke-13 bersama sejumlah provinsi lainnya di awal 2001, namun hingga saat ini belum terwujud, kata Asisten Pemerintahan Pemkot Palopo M Said di Makassar, Kamis.

"Meski keinginan itu belum menjadi kenyataan, namun Wija To Luwu tidak patah semangat dan tetap berjuang dalam bingkai persatuan yang utuh hingga terwujudnya provinsi Luwu Raya, "jelas Said saat mewakili Wali Kota Palopo menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Luwu Raya di Makassar.

Wacana pembentukan provinsi Luwu Raya, menurut Said, telah kembali mengemuka 20 tahun lalu bersama Provinsi Banten, Bangka Balitung (Babel), Muluku Utara (Malut), Sulbar dan Gorontalo, namun perjuangan Wija To Luwu untuk membentuk provinsi Luwu Raya saat ini semakin tidak jelas.

Luwu Raya tergolong daerah yang cukup potensial, termasuk sumber daya manusia (SDM). Di Luwu Raya juga terdapat perusahaan tambang nikel PT Inco yang salah satu perusahaan tambang nikel kelas dunia.

Kawasan ini juga adalah daerah penyanggah beras, hasil perikanan, peternakan, sawit, beberapa jenis hasil tambang serta daerah pemasok komoditi kakao terbesar di Indonesia dengan kontribusi terhadap produksi nasional mencapai 45 persen, katanya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Luwu (KKL) Luwu Raya Mansyur Ramli mengajak Wija To Luwu mempererat persatuan dan tali silaturrahmi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perjuangan menuju cita-cita terbentuknya provinsi Luwu Raya.

Menjalin Ukhuwah dan mempererat hubungan sesama adalah mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, untuk mewujudkan cita-cita terbentuknya provinsi Luwu Raya maka kuncinya adalah persatuan sesama "Wija To Luwu", kata Mansyur Ramli yang juga Kepala Balitbang Depdiknas sekaligus membawakan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.
(T.S016/S005)