Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Jangan Gunakan Bom Ikan

Selasa, 21 Juni 2011 11:58 WIB
Image Print

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengharapkan agar seluruh nelayan yang melakukan penangkapan ikan di perairan Polman agar tidak menggunakan bom.

"Kami telah melakukan pamantauan melalui Satpolair (Satuan Polisi Air) Polres Polman untuk mengintai beberapa aktivitas nelayan yang telah melakukan perusakan terhadap lingkungan," ungkap Kapolres Polman, AKBP I Gusti Ngurah Rai MP di Polman, Selasa.

Ia mengaku, beberapa aktivitas nelayan dianggap telah merusak biota laut sebab diduga telah menggunakan bahan berbahaya yaitu dengan menggunakan bom ikan.

Pantauan tersebut akan dianalisa lebih dalam oleh Polres Polman dan jika terbukti menggunakan bahan peledak maupun bahan beracun seperti potasium untuk menangkap ikan maka akan dilakukan tindakan tegas.

"Kami tidak main-main dalam hal ini karena menyangkut kelangsungan hidup biota laut yang hanya bisa dinormalkan kembali dalam waktu bertahun-tahun, sementara hanya dalam hitungan jam biota laut rusak akibat ulah nelayan yang tidak bertanggungjawab," tutur I Gusti.

Terkait masalah ini, ia mengakui Polres Polman menghadapi beberapa permasalahan, utamanya mengawasi nelayan yang bukan merupakan penduduk asli Polman.

"Kalau warga setempat bisa saja kita lakukan sosialisasi agar mereka mampu memahami pentingnya menjaga biota laut dan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam penangkapan ikan di laut," tuturnya.

Namun, nelayan yang berasal dari luar Polman kerap menimbulkan banyak masalah, meskipun tidak seluruh nelayan seperti itu, namun Kapolres mangaku akan tetap berhati-hati dan waspada.

Untuk itu, ia beharap nalayan lokal tidak tepengaruh dengan cara-cara penangkapan yang tidak benar yang dilakukan nelayan dari luar, selain itu segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan nelayan yang dianggap melanggar.

Pihaknya, kata Kapolres akan memperketat penjagaan jalur pantai di sekitar perairan Polman untuk menghindari keluar masuknya nelayan yang akan merusak perairan Polman.

"Tentunya kami juga akan tetap melakukan koordinasi dengan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) agar bekerjasama menjaga kelestarian laut Polman," ujarnya. (T.PSO-284/F003)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026