Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Kabupaten Mamuju Protes Data Kemiskinan

Jumat, 1 Juli 2011 23:01 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Adanya warga di Kabupaten Mamuju yang masih mengonsumsi ubi kayu sebagai makanan pokoknya membuat DPRD Mamuju melakukan protes terhadap angka kemiskinan yang disajikan Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat.

"Angka kemiskinan ekonomi masyarakat Mamuju, yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Sulawesi Barat, selalu menunjukkan penurunan sementara masih banyak masyarakat seperti di Kabupaten Mamuju makan ubi kayu," kata anggota DPRD Mamuju, Lalu Syamsul Rijal di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, banyaknya masyarakat yang masih mengonsumsi ubi kayu sebagai kebutuhan pokoknya seperti di Desa Botteng Kecamatan Simboro Kepulauan Kabupaten Mamuju, membuktikan masyarakat di Mamuju belum sejahtera.

Oleh karena itu ia memprotes data BPS Sulbar yang selalu menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Mamuju telah mengalami peningkatan dan angka kemiskinan mengalami penurunan setiap tahun karena masyarakatnya sudah sejahtera.

"Bukan cuma di Desa Botteng tetapi di daerah pegunungan di Sulbar seperti di kecamatan Kalumpang yang sekitar 13 desanya rawan pangan karena mengonsumsi ubi kayu, itu akan semakin membuktikan bahwa masyarakat Mamuju masih butuh perhatian pembangunan karena masih dalam hidup dalam kondisi miskin," katanya.

Ia meminta data BPS harus disajikan akurat dan tidak hanya membuat data yang seolah hanya untuk menyenangkan pemerintah di Sulbar, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan, BPS harus membuat data kemiskinan seobyektif mungkin sesuai kondisi sebenarnya di masyarakat.

Ia juga meminta kepada pemerintah di Mamuju untuk lebih meningkatkan kinerjanya, dalam melakukan pelayanan pemerintahan dalam rangka lebih meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat untuk menekan angka kemiskinan serta terus mendorong segala bentuk program yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya Bupati Mamuju, Drs Suhardi Duka mengakui bahwa di Kabupaten Mamuju masih banyak masyarakat yang sulit memenuhi kebutuhan hidupnya dan masih hidup di bawah garis miskin yang butuh mendapatkan perhatian dari pemerintah agar mereka dapat lebih sejahtera dari sebelumnya.

Ia mengatakan meski banyak masyarakat yang masih hidup miskin dan butuh perhatian pemerintah namun secara umum masyarakat di Mamuju banyak juga yang sudah hidup dalam kondisi serba ada dan berkecukupan khususnya masyarakat yang sudah dihidupkan sektor pertanian perkebunan dan pertambangan.

"Memang di Mamuju masih banyak masyarakat miskin karena Mamuju mengalami disparitas atau kesenjangan secara ekonomi karena masih banyaknya masyarakat miskin yang hidup kekurangan di tengah penduduk lainnya yang sudah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat Mamuju yang masih hidup di bawah garis kemiskinan itu akan menjadi sasaran pemerintah di Mamuju lima tahun ke depan untuk diberikan perhatian melalui program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah secara merata di setiap wilayah di Mamuju agar masyarakat miskin itu dapat hidup dengan lebih layak dari sebelumnya.

Data kemiskinan di Mamuju menyebutkan angka kemiskinan pada tahun 2010 sekitar 8,13 persen, menurun dibandingkan data kemiskinan tahun 2005 yang tercatat sekitar 16 persen. (T.KR-MFH/Z002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026