Logo Header Antaranews Makassar

Balitbangda Majene susun desain pusat pelayanan pendidikan

Rabu, 8 September 2021 19:53 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Prof Dr Gufran pada forum penelitian dan pengembangan fasilitasi, pelaksanaan dan evaluasi bidang pemerintahan umum yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene, Rabu (8/9). (ANTARA/HO/Humas Pemkab Majene)

Mamuju (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tengah menyusun desain pusat pelayanan pendidikan yang nantinya berskala provinsi.

Penyusunan pusat pelayanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tersebut dilakukan melalui forum penelitian dan pengembangan fasilitasi, pelaksanaan dan evaluasi bidang pemerintahan umum yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Majene, Rabu.

Kepala Balitbang Majene Mihtar Thala Ali menjelaskan penetapan daerah itu sebagai pusat pelayanan pendidikan di Sulbar, sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Majene 2021-2026, yaitu pelaksanaan pendidikan yang berbasis unggul.

"Sesuai tema kegiatan ini, yaitu arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Majene dalam mendesain Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan di Provinsi Subar, perlu untuk mengartikulasikan makna tersebut," katanya

"Ini searah dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Majene 2021-2026, yaitu pelaksanaan pendidikan yang berbasis unggul," sambung Mihtar Thaha Ali.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Prof Dr Gufran menyebutkan peran Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan di Sulbar, harus dimaksimalkan lagi.

Kabupaten Majene lanjut Gufran, harus mampu menjadi yang paling terbaik dalam mendorong kemajuan sistem pendidikan di Sulbar agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Menurut Gufran, Majene memiliki peluang besar menciptakan SDM terbaik dan hampir semua semua aspek pelayanan pendidikan, mulai dasar dan lanjutan, ada di Majene.

"Ketika Majene sebagai kota pendidikan, perlu menarik kembali apa yang harus diberikan untuk menjadi kota pendidikan, paling tidak sekolah harus bisa menjadi surga pembelajaran bagi anak didik," jelas Gufran.

Ia juga menyarankan kepada Pemkab Majene agar mengajak stakehokders atau para pemangku kepentingan duduk bersama bekerja keras, kerja cerdas dan dari hati.

Sementara itu, Wakil Bupati Majene Arismunandar menilai berbagai masukan dari narasumber forum penelitian dan pengembangan fasilitasi, pelaksanaan dan evaluasi bidang pemerintahan umum itu, merupakan evaluasi dan motivasi bagi pemerintah setempat untuk bekerja keras bersama-sama agar implementasi pendidikan mengalami peningkatan.

Termasuk lanjut Wakil Bupati terkait persoalan data pokok peserta didik (dapodik), ada sekolah yang belum mengupdate data ke dapodik.

Akibatnya kata Arismunandar, sangat mempengaruhi dana tranfer dari pusat ke daerah.

"Insya Allah melalui rekomendasi dari kegiatan ini, kita harap taraf pendidikan di Majene akan semakin baik dan meningkat dan memperkokoh Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan di Sulawesi Barat," ujar Arismunandar.

Pada forum penelitian dan pengembangan fasilitasi, pelaksanaan dan evaluasi bidang pemerintahan umum tersebut, menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar Prof Dr Gufran, Dekan FKIP Unsulbar dan Ketua TBUP3D Rusbi Hamid.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026