
Serangan Flu Burung di Sidrap Meluas

Makassar (ANTARA News) - Serangan virus flu burung di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan meluas, dimana jumlah ayam petelur yang mati mendadak telah mencapai 41 ribu ekor atau meningkat 12 ribu kematian sejak dua hari terakhir.
Kepala Dinas Peternakan Sulsel Murtala Ali di Makassar, Jumat, menjelaskan, jumlah kecamatan yang terserang flu burung juga nak menjadi tujuh kecamatan dari sebelumnya empat kecamatan.
Murtala mengaku telah mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk mengantisipasi meluasnya serangan virus dengan terus melakukan penyemprotan vaksin dan disinfektan pada kandang-kandang ternak.
Kemudian melakukan isolasi pada daerah yang telah terkena serangan, mendirikan posko pencegahan flu burung di seluruh kecamatan serta melakukan sosialisasi pencegahan melalui masjid dan di tempat-tempat umum.
Selain itu, koordinasi dengan asosiasi pengusaha ternak juga semakin ditingkatkan. Sejumlah rekomendasi ini juga telah dikoordinasikan dengan dinas peternakan setempat.
"Kami minta Kementerian Perdagangan menurunkan tim sekaligus memberikan bantuan vaksin dan disinfektan," katanya yang mengkhawatirkan jika hal ini tidak ditangani dengan serius akan mengganggu pasokan di kawasan timur Indonesia.
Populasi ayam petelur di Kabupaten Sidrap tercatat mencapai 3,4 juta ekor.
Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya penyebaran wabah karena manajemen pemeliharaan sanitasi ternak selama ini kurang baik dan bersih.
Pemerintah selama ini telah menyampaikan anjuran-anjuran untuk memperhatikan pemeliharaan kandang dan ternak. Kemungkinan, anjuran tidak dilaksanakan secara maksimal karena keterbatasan waktu dan tenaga.
(T.KR-RY/R007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
