
Di Marine Station Unhas Budidayakan Biota Laut

Makassar (ANTARA News) - Di Marine Station Universitas Hasanuddin (Unhas) di Pulau Barranglompo Makassar dan Pulau Badi, Pangkep, kini dibudidayakan sejumlah biota laut bernilai ekonomis tinggi seperti kuda laut yang harganya sampai Rp2,3 juta/kg.
Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi didampingi Wakil Rektor II Dr Andi Wardihan Sinrang, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Prof Dr Andi Niartiningsih bersama President Director Mars Symbioscience Yi Frank Mars dan tiga orang stafnya, Moel Janetski (Direktur Mars Symbioscience untuk Makassar), Dr Sven Blankhenhorn (Mariculture Advisor Mars) dan Iskandar Siregar perusahaan tambang nikel PT Inco Tbk, meninjau lokasi Marine Station Unhas di Pulau Barranglompo dan Pulau Badi, Jumat.
Di Anjungan Pantai Losari, para pejabat tersebut diantar Dan Lantamal Brigjen TNI (Mar) Chaidier Patonnory sebelum naik ke atas tiga speedboat.
Setelah meluncur dalam waktu 20 menit, rombongan tiba di Pulau Barranglompo. Di Pulau ini, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas membudidayakan Kima (Tridocna Crocea) yang saat ini sudah ada yang berusia hingga 6-7 tahun.
"Unhas merupakan satu-satunya marine station di Indonesia yang menghasilkan induk lola," kata Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Andi Niartiningsih.
Selain Kima, Unhas juga membudidayakan siput abalon (Haliotus Asinina) yang harganya di pasaran mencapai Rp600 ribu/ekor. Biota laut ini merupakan konsumsi restoran.
Khusus di Pulau Badi, Unhas mengembangkan biota kuda laut. Menurut Andi Niartiningsih, dalam perkembangbiakannya, kuda laut betina saat telurnya matang, melepas telurnya yang bisa mencapai 100-200 ekor ke kantong si jantan. Telur tersebut dierami oleh si jantan hingga lahir dengan menyimpannya di dalam kantong pengeraman. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
