
Pembangunan Majene Terpuruk Akibat Devisit Rp23 Miliar

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Majene, Marzuki Nurdin mengatakan, pembangunan di daerah ini akan semakin terpuruk akibat terjadinya devisit anggaran pendapatan belanja daerah 2011 Rp23 miliar.
"Musibah devisit APBD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, merupakan kejadian terbaru sejak lima tahun terakhir. Ini akan semakin memperburuk pelaksanaan pembangunan di daerah ini," kata Marzuki Nurdin di Majene, Rabu.
Menurut Marzuki, bangkrutnya kas daerah Kabupaten Majene tersebut ditengarai akibat imbas pilkada Bupati 12 Mei 2011.
"terjadinya devisit APBD Majene tahun anggaran 2011 ini sepertinya imbas dari pelaksanaan Pilkada. Kami justeru curiga tidak maksimalnya kas daerah ini diduga kuat akibat banyaknya kebijakan Bupati Kalma Katta yang menyimpang dari aturan. Contohnya, banyak kegiatan yang tidak masuk dalam skala prioritas dipaksakan untuk dikerjakan karena kepentingan pilkada," ucapnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan proyek bermuatan Pilkada merupakan contoh terkecil dari sekian banyak kebijakan pemerintah yang ditengarai tidak sesuai dengan petunjuk yang ada.
"Saya tidak mengatakan ini tindakan indikasi korupsi karena saya bukan aparat hukum. Namun, kami menilai ada kelalaian bupati sehingga berdampak pada devisit APBD tahun anggaran 2011," terangnya.
Selain itu kata dia, bangkrutnya APBD Majene tersebut juga ditengarai karena belum maksimalnya setiap SKPD untuk mengejar realisasi target PAD Majene tahun ini.
Untuk itu, kata politisi senior Partai Demokrasi Kebangsaan ini mengharapkan agar Bupati Majene, Kalma Katta yang kembali terpilih di pilkada harus lebih cermat melihat kondisi realisasi PAD setiap SKPD yang ada.
"Kami minta setiap SKPD mendorong agar realisasi terget PAD bisa dimaksimalkan sehingga tidak menggangu pelaksanaan pembangunan di daerah ini," tegasnya.
Akibat dampak terjadinya devisit APBD kata dia, banyak kegiatan DPRD terpaksa tertunda walaupun kegiatan itu sifatnya penting untuk kepentingan rakyat Majene.
"Saat ini kami sulit melakukan kegiatan perjalanan dinas akibat tidak adanya kas daerah. Ini tentu peringatan dini bagi Bupati Kalma Katta dan wakil Bupati Fahmi Massiara agar kelak lebih berhati-hati mengambil suatu kebijakan. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
