
Bulutangkis - Kontingen Maluku Mundur dari Pra-PON
Selasa, 26 Juli 2011 19:35 WIB

Manajer Tim Bulu-tangkis Maluku Djouhari Zein di Gowa, Sulsel, Selasa, mengatakan, keputusan mundur diambil setelah pihak panitia Pra-PON tetap mendiskualifikasi empat atlet putra yang diduga tidak memenuhi syarat untuk mewakili Provinsi Maluku.
Menurut Djouhari, pihaknya memang masih menyisakan empat atlet lain (dua putra dan dua putri) yang dinyatakan lolos verifikasi, namun dalam aturan setiap provinsi harus menurunkan minimal empat orang atlet.
Mengenai keputusan panitia Pra-PON yang menggugurkan sejumlah atlet, Tim Maluku mengaku cukup kecewa. Maklum, keputuan tersebut sangat merugikan timnya karena telah mengeluarkan banyak biaya untuk menghadapi babak kualifikasi.
Kekecewaan Kontingen Maluku juga tak lepas dari sikap panitia yang baru memutuskan hal itu setelah para pemain sudah siap bertanding. Seharusnya menurut Djouhari, persoalan seperti ini di selesaikan pada saat "technical meeting".
"Kami sangat kecewa dengan panitia yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang jelas-jelas merugikan kami. Pemain yang kami turunkan itu tidak terikat dengan Pengprov PBSI manapun," katanya.
Sementara Manajer Tim Papua Barat H Abdul Rahman menjelaskan bahwa keputusan mendiskualifikasi sudah tepat. Alasannya sejumlah atlet Maluku memang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa dan Sulsel.
Selain itu, lanjut Rahman, pihaknya juga menemukan jika kontingen Sulawesi Tenggara juga ada yang menggunakan pemain yang diduga dari PB Djarum yaitu Seseria yang lahir di Ngawi, Jawa Timur
Pihaknya juga berharap panitia bisa memeriksa lebih teliti atlet tersebut apa betul dokumennya sudah lengkap atau tidak.
"Dua atlet putra kami yaitu Singgih dan Sony juga didiskualifikasi namun kami tetap menjunjung aturan dan berbesar hati menerima keputusan panitia," ujarnya.(T.PSO-283/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
