
PAN Berharap Jadi Pasangan Syahrul

Sekretaris DPW PAN Sulsel Bukhari Kahar Muzakkar di Makassar, Selasa, mengatakan, PAN menyiapkan tiga kader internal untuk berpasangan dengan Syahrul, yakni Koordinator Pemenangan PAN Sulawesi Yuliani Paris, Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, serta Bukhari sendiri.
Ia mengemukakan, Syahrul yang saat ini menjabat gubernur Sulsel, layak berpasangan dengan Kahfi karena dia simbol PAN Sulsel, sementara Yuliani Paris dan dirinya layak dipinang jika mengacu pada starategi pemilihan berdasarkan geopolitik.
Dua nama terakhir yang dianggap mewakili wilayah utara dan tengah Sulsel, pantas mendampingi Syahrul yang punya basis massa kuat di daerah selatan. Yuliani Paris simbol Bone, Soppeng, Wajo (Bosowa), sedang Bukhari sombol Luwu Raya.
"Sebanyak 90 persen bupati/wali kota di Sulsel dukungan Golkar dan PAN. Hanya Makassar dan Bantaeng yang tidak. Untuk Syahrul, jangan ragu berpasangan dengan kader PAN, itulah yang akan menang," ucapnya.
Bukhari yang juga Ketua Komisi C DPRD Sulsel menambahkan, PAN paling layak dipinang Golkar karena peraih suara terbesar ketiga di Sulsel setelah Golkar dan Demokrat. PAN juga partai politik pengusung pertama Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang pada pemilihan gubernur Sulsel 2007. Sedangkan, Partai Demokrat sudah hampir pasti mencalonkan Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin untuk posisi gubernur.
Harapan PAN untuk mendampingi Golkar, bukan perkara mudah, sebab, Syahrul disebut memiliki banyak kandidat wakil seperti, wakil gubernur Sulsel saat ini, Agus Arifin Nu'mang (Golkar), Moh Roem (Ketua DPRD Sulsel/Golkar), dan Rahman Halid (Hanura).
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel, organisasi sayap Golkar, Soksi, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan siap mempertahankan paket Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang.***3***
(T.pso-099/C/H-KWR/H-KWR) 09-08-2011 21:23:42
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
