
Penjual Kembang Tabur Makam Laris Manis

Makassar (ANTARA News) - Penjualan kembang untuk tabur makam pada hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah di tempat pemakaman Beroangin, Makassar cukup laris manis.
Ramainya pembeli kembang untuk tabur kuburan bagi peziarah itu juga dijumpai di pekuburan Arab di Jalan Tinumbu, Makassar, Rabu.
Salah seorang peziarah di pemakaman Beroangin, Firman (24) warga Jalan Sabutung Baru mengaku bahwa rutinitas ziarah ke makam orang tuanya sudah menjadi kewajiban di hari Raya Idul Fitri.
"Setiap selesai shalat Id atau sehari setelahnya saya langsung mengunjungi makam bapak saya karena dengan berziarah ke makam saya menjadi tenang apalagi saya ditinggal sejak berusia 12 tahun," ungkapnya.
Ia mengaku, harga kembang kuburan yang umumnya dipakai para peziarah pada hari raya mengalami kenaikan harga dua hingga tiga kali lipat dari hari biasanya.
Harga kembang kuburan yang biasanya dijual per bungkus hanya Rp5.000 naik menjadi Rp10.000 hingga Rp15.000 per kantong.
Namun tidak menjadi masalah buatnya karena momen ziarah pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha jauh lebih membahagiakan dibandingkan dengan materi.
Hal senada diungkapkan Syamsul Rijal yang melakukan ziarah ke pemakaman Arab di Jalan Tinumbu Makassar. Ia mengaku berziarah ke makam bapaknya sudah menjadi kewajiban meskipun para penjual kembang kuburan menaikkan harga kembangya hingga tiga kali lipat.
"Kenaikan harga kembang hingga tiga kali lipat itu tidak menjadi masalah karena memang pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah momen berbagi kepada siapa saja," ujarnya.
Selain itu, dalam hari-hari biasa penjual yang membuka saungnya hanya tiga sampai empat pedagang, tapi kali ini penjual yang membuka saung menjadi delapan orang.
Penjual bunga meningkat pada hari raya. Jumlah pedagang sebanding dengan ramainya pembeli.
Semua penjual bunga untuk ziarah kubur mengalami peningkatan penjualan, dagangan mereka laris terjual. Sampai banyak pembeli yang tidak menjumpai bunga yang dipajang di saung penjualan, karena di atas pukul 11.00 Wita dagangan bunga sudah habis.
Salah seorang pedagang bunga, Daeng Jumariah mengaku, hingga siang sebanyak 105 bungkus kembang dagangannya habis terjual.
Pedagang yang ditemui di sudut Jalan Beroanging ini terlihat sibuk melayani pembeli yang kebanyakan warga Makassar.
Menurutnya, kondisi semacam ini rutin terjadi setiap tahun dan setiap hari raya banyak warga yang berziarah dan membeli kembang. Para pedagang yang ada di sekitar tempat pemakaman itu juga menjual harga yang sama dengan dirinya.
"Alhamdulillah, dagangan kami bisa habis hanya dalam waktu beberapa jam saja meskipun harganya kami naikkan dua kali lipat," katanya.
Keuntungan yang didapatkan dengan menjual kembang pada hari besar seperti hari raya Idul Fitri bisa mencapai Rp150 ribu. Tapi dalam hari-hari biasa, mereka hanya mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu sehari. (T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
