
Nelayan Majene Kembali Melaut
Minggu, 4 September 2011 19:35 WIB

"Pascalebaran, kami dan beberapa komunitas nelayan di Majene, telah kembali ke laut guna mencari ikan di perairan Majene. Kita tak bisa lagi berlama-lama untuk menganggur di rumah karena persiapan stok untuk pembelian bahan di dapur pun kian menipis," kata Samsul, salah seorang nelayan tradisional di Majene, Minggu.
Karena itu, kata dia, setelah sepekan memanfaatkan untuk bersilaturrahim dengan keluarga, teman maupun tetangga di kampung halaman, nelayan pun kembali melaut apalagi kondisi keuangan sudah semakin menipis.
Dia berharap, cuaca dan ombak di perairan Majene, Selat Makassar, tetap bersahabat sehingga para nelayan bisa leluasa untuk mencari hasil tangkapan.
"Semoga cuaca tidak buruk agar kami bisa lebih nyaman mencari ikan di perairan ini. Jika cuaca buruk maka nelayan tradisional pasti merugi karena pasti kami kembali ke daratan karena takut digulung ombak besar," katanya.
Samsul menerankan, pascalebaran pasokan ikan yang beredar di sejumlah pasar tradisional sangat terbatas sehingga memicu melonjaknya harga ikan segar yang dijual oleh pedagang.
Karena itu, kata dia, dengan kembalinya para nelayan Majene turun melaut akan bisa memasok ikan segar di pasaran di saat masyarakat sangat membutuhkannya.
"Jika hasil tangkap berkurang maka jelas harga ikan segar akan masih mahal karena nelayan juga mau dapat keuntungan lebih dari hasil tangkapan ini. Kita harap, hasil tangkapan memadai sehingga harga ikan bisa kembali normal," tutur dia.
Hal senada dikatakan Jufri, salah seorang nelayan tradisional lainnya. Dia mengemukakan, nelayan Majene telah kembali melakoni profesinya guna menutupi kebutuhan ekonomi keluarga.
"Sudah dua hari terakhir ini kami bersama teman lainnya kembali mencari nafkah di perairan Majene. Meski hasil tangkapan masih berkurang namun sudah bisa menolong untuk menutupi kebutuhan sehari keluarga di rumah," katanya. (T.KR-ACO/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
