Logo Header Antaranews Makassar

Jusuf Kalla Dianugrahi Doktor Kehormatan Unhas

Sabtu, 10 September 2011 14:19 WIB
Image Print
MAKASSAR, SULSEL - DOKTOR KEHORMATAN JK. Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), meneriman piagam gelar Doktor Kehormatan dari Rektor Universitas Hasanuddin, Idrus Patturusi (kanan), di Gedung Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Ma
Makassar (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang Ekonomi dan Politik dari Universitas Hasanuddin dalam rangkaian peringatan hari lahir Unhas ke-55 di Makassar, Sabtu.

JK menjadi tokoh ketujuh yang menerima gelar serupa dari Unhas setelah Ir Soekarno (Presiden RI pertama), Drs Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI pertama), Chaerul Saleh (mantan Menteri RI), Prof Dr BJ Habibie (mantan Wakil Presiden dan Presiden RI).

Selanjutnya, Nelson Mandela (mantan Presiden Afrika Selatan), dan Tun Nadjib Tun Razak (ketika dianugrahi gelar menjabat Wakil Perdana Menteri, kini Perdana Menteri Malaysia).

Penganugerahan gelar Doktor bagi JK dipromotori oleh mantan Rektor Unhas Prof Dr Basri Hasanuddin MA bersama Guru Besar Ilmu Hukum Unhas dan Dubes Rusia Prof Dr Hamid Awaluddin MA, serta Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Prof Dr Mappa Nasrun MA.

Acara penyerahan gelar Doktor Kehormatan dilakukan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus Paturusi dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan seluruh pejabat tertinggi Muspida Sulsel, anggota DPR RI Jafar Hafsah dan Tamsil Linrung.

Dalam orasi Ilmiahnya sebelum penyematan gelar kehormatan, JK kembali mengajak segenap bangsa Indonesia untuk tegak dalam kemandirian, membangun dengan kekuatan sendiri.

Sementara koordinator promotor, Basri Hasanuddin yang juga mantan Duta Besar RI untuk Iran berpidato 10 halaman berisi tiga hal pokok yang menjadi dasar penganugrahan gelar Doktor Honoris Causa kepada sosok JK yang menyelesaikan SI di Fakultas Ekonomi Unhas.

Tiga hal tersebut meliputi, pertama, pandangan publik atas ketokohan JK yakni negarawan yang religius, tokoh pengelola krisis, tokoh pengaruh dan fenomenal, negarawan dengan ciri-ciri khusus, pemimpin dengan kinerja "excelent".

Kedua, pemikiran JK tentang ekonomi yang disebut "Kallanomics" meliputi, pemulihan ekonomi berdasarkan skala prioritas yang berpedoman pada realitas ekonomi dan sosial yang terjadi pada masyarakat, menerapkan pembangunan nasional tanpa terlalu tergantung pada texbook.

Selanjutnya, peka dalam menyelami perasaan masyarakat, keadilan ekonomi tanpa pilih kasih, serta mengutamakan efisiensi, kemandirian, transparansi, rasionalitas, objektivitas, dan akuntabilitas.

Ketiga, pemikiran JK tentang politik yang dihimpun dari berbagai media meliputi, politik dulu baru ekonomi, demokrasi era reformasi tidak efisien, birokrasi yang kurang efektif dan efisien, jumlah partai terlalu banyak dan terfragmentasi, ketidakseimbangan peran dan fungsi antara lembaga negara, hubungan pusat dan daerah yang ambigu, pembangunan versus korupsi.

Selain gelar Doktor Kehormatan kepada JK, Unhas juga menyematkan penghargaan "Hasanuddin Award" kepada 21 profesor dari berbagai fakultas karena berjasa membesarkan "Kampus Merah", serta penghargaan khusus kepada Prof Koji Tanaka dari Universitas Ehime Jepang atas kerjasama dibidang pendidikan dan penelitian antara kedua lembaga. (T.pso-099/Z003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026