
Permukiman Warga Sumare Terancam Abrasi
Minggu, 11 September 2011 16:20 WIB

Pemantauan di Mamuju, Minggu, pemukiman desa Sumare yang terletak dipantai barat Sulawesi sekitar 15 kilometer dari Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar, tampak terancam abrasi pantai karena air laut sudah berada di belakang pemukiman penduduk.
Selain sudah dekat dengan pemukiman penduduk yang berada di pesisir pantai, air laut juga sudah tampak sangat dekat dengan sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah yang dibangun di pesisir pantai serta rumah ibadah berupa masjid.
Masyarakat khawatir jika angin laut kencang dan mengakibatkan gelombang pasang tinggi maka perkampungan mereka dapat dirusak gelombang tinggi karena tidak adanya tanggul penahan ombak dibangun pemerintah di pesisir pantai Desa Sumare.
"Seperti inilah nasib kami yang sewaktu-waktu dapat dihantam bencana abrasi pantai karena tidak adanya tanggul penahan ombak yang dibangun pemerintah, karena belakang rumah kami sangat dekat dengan laut," katanya.
"Kami serba sulit, karena bila menyingkir dari pinggir pantai masuk ke darat maka akan sulit mendapat tempat yang baru, karena di belakang perkampungan desa ini sudah di kelilingi gunung," katanya.
Menurut dia, bencana abrasi pantai yang melanda daerah itu pada tahun 2010 dan mengakibatkan puluhan rumah penduduk hanya disikapi dengan pasrah karena tidak adanya tempat untuk membangun pemukiman baru.
Karena itu, dia meminta pemerintah dapat membangunkan tanggul penahan ombak untuk mencegah terjadinya abrasi pantai lebih meluas masuk keperkampungan masyarakat. (T.KR-MFH/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
