Logo Header Antaranews Makassar

Petani Tanam Palawija Hadapi Musim Kemarau

Selasa, 20 September 2011 16:20 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Para petani di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel menanam tanaman palawija menghadapi musim kemarau.

"Karena air sangat terbatas, maka kami memilih menanam kacang ijo saja, padahal tahun lalu masih bisa menanam padi karena musim hujan cukup panjang," kata salah seorang petani di Kecamatan Lau Muh Ilyas di Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa.

Dia mengatakan, tanaman palawija tidak membutuhkan air sebanyak tanaman padi, sehingga dapat dijadikan tanaman alternatif pada musim kemarau.

Menurut dia, dua petak sawah yang dimiliki ditanami tanaman kacang ijo dan kurang lebih dua bulan sudah dapat dipanen dengan harga jual yang tak jauh beda dengan harga beras Rp5.500 per kilogram.

Hal senada dikemukakan petani di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel Rahman.
Menurut dia, pada musim kemarau dengan pasokan air yang sangat minim, lahan sawah rata-rata ditanami jagung, kacang ijo atau semangka.

Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air tanamannya, selain memanfaatkan air irigasi yang masih memiliki air, juga menggunakan air sumur yang ada.

"Jika jaraknya agak jauh dari lahan tanaman, biasanya petani menunggunakan selang atau pipa air. Namun jika jaraknya cukup dekat, diangkut pakai ember saja," katanya. (T.S036/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026