Logo Header Antaranews Makassar

Evakuasi Dua Nelayan Tenggelam Terkendala Peralatan

Rabu, 28 September 2011 11:36 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA News) - Evakuasi dua orang korban kapal tenggelam di perairan Pulau Tiga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terhambat, karena kurangnya peralatan selam, seperti oksigen.

"Kita kesulitan mencari dua korban yang tenggelam itu, karena perlatan kita terbatas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus di Kupang, Rabu, menjawab upaya evakuasi dua nelayan korban tenggelam masing-masing Dayat Bakrim (18) dan Bernadus Wato (53), yang hilang di perairan laut Flores Senin (26/9), pascatenggelamnya kapal nelayan tersebut.

Kapal nelayan itu dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Tiga, karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang. Akibatnya dua nelayan hilang dan belum tahu nasibnya.

Dia menduga kedua nelayan itu tenggelam bersama kapal itu, karena saat musibah terjadi keduanya berada dalam kamar.

Karena itu, tim pencarian harus menyelam ke kedalam sekitar 30 meter untuk mengevakuasi kedua korban itu.

Selain terkendala peralatan selam, pihak tim penyelamat juga mengalami kesulitan akibat derasnya arus di bawah laut, yang sewaktu-waktu juga bisa membahayakan tim penolong, jika tanpa alat bantu sebagai pengaman diri.

"Arus di bawah laut sangat kencang. Apalagi peralatan selam kita sangat terbatas," katanya.

Walaupun mengalami kesulitan, kata Tini, pihaknya terus melakukan pencarian dan akan dilakukan selama sepeken untuk mencari kedua korban itu.

"Kita tetap lakukan pencarian, walaupun hanya dilakukan di atas permukaan laut, dengan sejumlah peralatan yang dimiliki," katanya.

Kapal nelayan itu mengangkut sebanyak 11 orang nelayan untuk mencari ikan di perairan Pulau Tiga. Dalam perjalan kapal itu dihantam gelombang tinggi sejak Minggu (25/9) pagi.

Gelombang yang tidak kunjung reda hingga Senin (26/9) dini hari membuat nahkoda kapal tersebut memutuskan kembali ke darat. Saat pelayaran pulang itu kapal oleng hingga tenggelam.

"Kami kemudian terjun ke laut menyelamatkan diri masing-masing dengan berenang ke pantai," kata Nahkoda kapal naas itu, Arman Ali.

Kecuali, dua rekannya yang menjadi korban dalam peristiwa itu masing-masing, Dayat yang ketika itu berada di kamar mesin dan Bernadus yang sedang tidur di kamarnya.

"Kami sempat memanggil mereka agar ikut menyelamatkan diri, tetapi belum sempat menyelamatkan diri kapal sudah tenggelam," katanya.

Tim penolong gabungan dari Polri, TNI, dan nelayan setempat yang melakukan pencarian terhadap dua korban tersebut hingga Selasa (27/9) belum membuahkan hasil. (T.pso-295/E001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026