
Keluarga korban kapal tenggelam di Pangkep dapat bantuan, korban adalah camat hingga bidan

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan kepada keluarga atau ahli waris tiga korban insiden kapal tenggelam yang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.
Gubernur Andi Sudirman di Makassar, Sabtu, menyampaikan belasungkawa atas musibah merenggut nyawa para korban, yang diketahui sedang menjalankan tugas pelayanan sosial kepada masyarakat kepulauan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang terjadi,” ujarnya.
Selain donasi, Pemprov Sulsel berkomitmen memberikan dukungan pendidikan berupa beasiswa kepada anak-anak korban yang ditinggalkan, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah.
Dia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para korban yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi melayani masyarakat di wilayah kepulauan.
“Pemerintah provinsi juga akan membantu beasiswa pendidikan bagi anak korban,” kata dia.
Sebanyak tiga korban sebagai tokoh yang selama ini aktif dalam pelayanan publik dan sosial, yakni Muh Fitri Mubarak yang menjabat sebagai Camat Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, Imran, aktivis Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulsel, serta Darma, bidan yang bertugas melayani masyarakat di Pulau Sarappo.
Mereka menjadi korban dalam insiden kapal jolloro yang tenggelam di perairan Pulau Podang-podang, Kabupaten Pangkep pada 27 Desember 2025.
Kapal tersebut diketahui mengangkut rombongan pelayanan sosial dan dilaporkan tenggelam saat berlayar menuju daratan.
Baca juga: Lima nelayan terombang-ambing di laut Barrang Lompoa setelah mesin kapal mati
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
