
Mobil Nasional Diproduksi Empat Tipe
Senin, 3 Oktober 2011 16:18 WIB

"Telah sampai pada tahap finalisasi. Memang di sana-sini masih terdapat banyak kekurangan sebagai mobil yang baru pertama kali, tapi kita tetap akan luncurkan pada 19 Oktober 2011," jelas Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.
Produksi mobil ekonomi yang dinamai "Moko" tersebut dibuat empat varian untuk memperlihatkan bahwa Indonesia juga mampu membuatnya."Idealisme dari mobil itu yang penting kita coba buat mobil nasional, bahwa itu masih jauh dari standar mobil yang sempurna tapi kita harus memulainya," katanya.
Apa yang coba dilakukan oleh Sulsel, lanjutnya, adalah membangun kebijakan yang kuat bahwa masyarakat Sulsel mau menggunakan dan bangga menggunakan produksi nasional. "Tidak perlu mengatakan ini buatan kita atau buatan siapa, tapi ini sebuah kebijakan kuat kita di Sulsel," jelasnya.
Ia menegaskan, yang terpenting dari upaya ini adalah pembuktian bahwa Indonesia juga mampu membangun dan mengembangkan industri otomotif.
Produksi "Moko" akan diperbanyak pada tipe mobil ekonomi yang bukan diarahkan untuk konsumsi tapi lebih kepada kendaraan produktif dengan harga sekitar Rp50 juta untuk mendukung mobilitas ekonomi masyarakat.
"Saya sedang hitung-hitung agar pedagang yang tadinya pakai motor dengan kemampuan membayar Rp100 ribu satu hari dia sudah mampu memiliki.
Kita berharap dalam satu setengah tahun sudah lunas, kira-kira begitulah yang ada di kepala saya, Ada langkah maju yang mungkin dilakukan untuk para petani kita," jelasnya yang juga menyinggung rencana membuat kereta api.
Sebelumnya, Asisten III Bidang Kesra Pemerintah Provinsi Sulsel Amal Natsir mengatakan dua unit prototipe mobil nasional akan tiba di Makassar pada 15 Oktober 2011 untuk diluncurkan dan dipamerkan tepat pada peringatan hari jadi Provinsi Sulsel ke-342 tahun, 19 Oktober 2011.
Selanjutnya pemerintah pusat akan menetapkannya sebagai program pusat yang rencananya mulai dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 2012. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
